Sabtu, 20 Ramadhan 1440 / 25 Mei 2019

Sabtu, 20 Ramadhan 1440 / 25 Mei 2019

Penjualan Lexus di Pasar AS Lesu

Ahad 27 Agu 2017 13:05 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani

Kapal Mewah Lexus.

Kapal Mewah Lexus.

Foto: Digitaltrends

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Toyota Motor Corp menyatakan, penjualan mobil merek Lexus mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam penjualan global. Mobil mewah ini turun karena permintaan sedan di pasar Amerika Serikat (AS) sedang lesu.

Toyota telah menjual 305.169 unit kendaraan Lexus di seluruh dunia sampai Juni 2017. Jumlah tersebut menurun sebesar 4,4 persen dari 319.275 unit pada periode yang sama di tahun lalu. Penjualan Lexus model LS 460 di pasar AS pada periode Januari-Juni 2017 yakni sebesar 1.855 unit. Jumlah tersebut menurun 35,2 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sedangkan di Cina, penjualan Lexus justru melonjak 30 persen.

"Pasar mobil penumpang di AS sangat menantang, dan ini sangat berpengaruh terhadap penjualan," ujar Juru Bicara Toyota Maki Niimi dilansir Reuters, Ahad (27/8).

Niimi mengatakan, Toyota menargetkan penjualan global pada 2017 ini meningkat 4 persen menjadi 650 ribu unit. Toyota optimistis penjualan tahun ini bisa lebih baik karena produsen mobil tersebut akan mengeluarkan model kendaraan sport LC dan versi mobil sedan LS. Dua produk baru ini diharapkan bisa mendorong penjualan.

Kepala Riset Tranasportasi Asia Macquarie Securities Janet Lewis mengatakan, penurunan Lexus secara global akibat adanya persaingan model kendaraan. Diketahui, produsen mobil asal Eropa sepertu Mercedes dan BMW baru saja meluncurkan rangkaian produk sedan mewahnya.

"Ini adalah siklus model, ada dua produk utama yang baru diluncurkan (Mercedes dan BMW)," ujar Lewis.

Secara umum, sedan menjadi andalan bagi produsen mobil asal Jepang seperti Toyota dan juga Honda Motor Co Ltd. Karena pasar sedan di pasar AS sedang lesu, produsen mobil tersebut kini mencoba ekspansi dengan memproduksi kendaraan jenis SUV dan truk.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA