Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

American Airlines Kembali Terbang di Wilayah Udara Rusia

Senin 16 April 2018 14:59 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Nur Aini

American Airlines

American Airlines

Foto: Gizmodo
American Airlines mengatur rute penerbangan karena ketegangan AS dan Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- American Airlines Group Inc kembali melanjutkan rute penerbangan yang menggunakan wilayah udara Rusia, pada Ahad (15/4). Sehari sebelumnya, maskapai penerbangan AS dengan jumlah penerbangan lebih dari 6.000 kali per hari itu sempat mengatur ulang tiga rute, di tengah ketegangan geopolitik antara AS dan Rusia.

"Tim di American Airlines secara teratur memonitor masalah geopolitik global dan telah membuat perubahan pada rute pesawat saat diperintahkan. Kami kembali mengoperasikan jadwal kami secara normal 15 April," tulis sebuah memorandum internal yang dikirim ke pilot.

Pada Sabtu (14/4), rute penerbangan Dallas-Beijing, Dallas-Hong Kong, dan Chicago-Beijing harus transit di Los Angeles untuk mengisi bahan bakar. Rute itu sebelumnya biasa terbang tanpa transit jika menggunakan wilayah udara Rusia.

Karena batasan jangkauan pada pesawat, pilot tidak bisa mengambil rute yang lebih panjang tanpa bahan bakar tambahan. Para kru mungkin juga akan kehabisan waktu, yang berarti jam kerja sehari-hari mereka telah bertambah selama berubahan rute.

"American Airlines sedang membuat rencana darurat jika ada area tertentu yang dibatasi. Kami melakukan segala kemungkinan untuk meminimalkan gangguan bagi pelanggan dan anggota tim kami," kata memo tersebut.

Publikasi industri logistik The Loadstar melaporkan, perjanjian yang memungkinkan pesawat AS dan Rusia untuk menggunakan wilayah udara masing-masing akan berakhir pekan depan. Masalah itu muncul ketika Rusia dengan keras mengutuk serangan AS, Inggris, dan Prancis ke Suriah.

Hubungan antara Moskow dan Washington tampak semakin buruk karena intervensi militer yang dilakukan AS dan sekutu di Suriah. Presiden AS Donald Trump pada Jumat (13/4) malam mengumumkan serangan militer yang menargetkan situs senjata kimia milik Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES