Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

General Motors Korsel Tawarkan Proposal Restrukturisasi

Rabu 21 Feb 2018 10:44 WIB

Rep: Rizki Jaramaya/ Red: Budi Raharjo

Logo General Motors

Logo General Motors

Foto: Reuters/Jeff Kowalsky
Pertukaran utang menjadi ekuitas ini akan memungkinkan GM di Korsel terus beroperasi.

REPUBLIKA.CO.ID,SEOUL -- General Motors menawarkan untuk mengonversi utang sekitar 2,2 miliar dolar AS menjadi saham dengan imbalan keuntungan pajak, dan dukungan finansial kepada Pemerintah Korea Selatan. Porposal restrukturisasi ini muncul setelah General Mototrs menutup pabriknya di kota Gunsan, Korea Selatan.

Dilaporkan Reuters, Rabu (21/2), pertukaran utang menjadi ekuitas ini akan memungkinkan bisnis General Motors di Korea Selatan terus beroperasi. Akan tetapi belum diketahui bagaimana kesepakatan ini akan mempengaruhi kepentingan Bank Pembangunan Korea yang memiliki 17 persen saham di General Motors Korea.

Keputusan General Motors ini merupakan yang terbaru dari serangkaian langkah yang telah dilakukan untuk meningkatkan penjualan dan volume. Adapun sejak 2015, General Motors telah keluar dari pasar yang dinilai tidak menguntungkan termasuk Eropa, Australia, Afrika Selatan, dan Rusia.

Salah satu sumber mengatakan, General Motors telah meminta kepada Pemerintah Seoul untuk memberikan dukungan finansial senilai lebih dari 1 miliar dolar AS. Sementara, beberapa sumber mengatakan, General Motors menginginkan lokasi pabriknya di Korea Selatan ditetapkan sebagai zona investasi luar negeri khusus, sehingga perusahaan memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif potongan pajak selama tujuh tahun.

Juru bicara General Motors Korea mengatakan, perusahaan akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan serikat pekerja untuk mendapatkan dukungan. Pada Selasa (20/2) lalu, Kepala Operasional General Motors Barry Engle bertemu dengan satuan tugas yang dipimpin oleh seorang anggota parlemen partai penguasa.

Pertemuan tersebut mendiskusikan tentang rencana resktrukturisasi. Usai pertemuan, Engle mengatakan bahwa perusahaannya tetap ingin beroperasi di Korea Selatan dan terus memperbaiki bisnis. "Saya optimis bahwa itu adalah hasil yang bisa kita capai bersama," ujar Engle.

Sementara itu, pejabat pemerintah Korea Selatan mengatakan masih terlalu dini untuk memutuskan memberikan dukungan finansial kepada General Motors. Pemerintah ingin melakukan pengkajian lebih lanjut sebelum menambahkan investasi baru di General Motors Korea.

Selama bertahun-tahun Korea Selatan menjadi pusat ekspor yang menyumbang hampir seperlima dari penjualan global General Motors. Adapun General Motors Korea membukukan kerugian bersih sebesar 1,8 miliar dolar AS antara 2014 dan 2016.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA