Monday, 11 Syawwal 1439 / 25 June 2018

Monday, 11 Syawwal 1439 / 25 June 2018

Italia Semakin Minat Tepung Kelapa Sulut

Selasa 20 February 2018 04:19 WIB

Red: Gita Amanda

Seorang pekerja mengupas buah kelapa di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (14/5). Kelapa tersebut selanjutnya diolah menjadi kopra dan dijadikan minyak goreng dan tepung kelapa serta beberapa bahan makanan lainnya

Seorang pekerja mengupas buah kelapa di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (14/5). Kelapa tersebut selanjutnya diolah menjadi kopra dan dijadikan minyak goreng dan tepung kelapa serta beberapa bahan makanan lainnya

Foto: FOTO ANTARA/Basrul Haq
Sulut telah mengekspor tepung kelapa ke Italia 25 ton.

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Italia semakin meminati produk tepung kelapa asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Ini terlihat dari permintaan negara tersebut yang cukup tinggi.

"Pada bulan Februari 2018, Sulut telah mengekspor tepung kelapa ke Italia 25 ton dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar 53.750 dolar Amerika Serikat," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Jenny Karouw di Manado, Senin (19/2).

Jenny mengatakan tepung kelapa yang diekspor ke Italia merupakan kualitas baik. Italia sebelumnya hanya melakukan permintaan produk turunan pala yakni biji pala dan bunga pala, tapi kali ini sudah merambah ke produk turunan kelapa.

Pengekspor, katanya, harus jeli menangkap peluang tersebut sehingga semakin banyak pendapatan devisa negara. Tepung kelapa, katanya, merupakan produk turunan dari kelapa yang diproses sedemikian rupa sehingga menjadi bahan makanan untuk membuat kue, roti dan sebagainya.

Sehingga pemerintah terus mengingatkan agar pengekspor Sulut dapat menjaga akses pasar yang sudah tercipta tersebut. Dengan demikian, diharapkan pasar akan merambah ke negara tetangga lainnya di Eropa, Asia, Amerika dan Afrika lebih besar lagi.

Pembeli internasional jika sudah memutuskan membeli suatu produk, menurut dia, berarti telah melewati berbagai tahapan seleksi. "Pasar internasional memilih tepung kelapa Sulut berarti kualitasnya sudah teruji dan diharapkan dapat dipertahankan ataupun lebih ditingkatkan," katanya.

Pemerintah berharap agar produk turunan kelapa yang diekspor bukan hanya tepung kelapa. Tapi bisa lebih banyak lagi diversifikasinya karena mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar.

Dia mengatakan, ada puluhan negara tujuan tepung kelapa Sulut, di antaranya adalah Jerman, Rusia, Tiongkok, Inggris, Belanda, Selandia Baru, Italia, Mesir, Slovenia, Brasil, Australia, Belgia, Uruguay, Amerika Serikat, Korea. Kemudian ke Austria, Afrika Selatan, Hongkong, Taiwan, Uni Arab Emirat, Lithuania, Argentina, Angola, Hungaria, NOrwegia, Kasakztan, Polandia, Georgia, Portugal, Latvia, dan Yunani.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES