Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Lima Raksasa Migas akan Dituntut Terkait Pemanasan Global

Kamis 11 Jan 2018 11:40 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Pemanasan global (ilustrasi)

Pemanasan global (ilustrasi)

Foto: www.ctv.ca

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Rencana Pemerintah Kota New York City menunda tuntutan atas industri minyak dan gas karena menyebabkan masalah lingkungan menghadapi tentangan sengit. Di sisi lain, New York tengah mengetatkan aturan untuk menangani masalah perubahan iklim.

New York menuntut BP Plc,Chevron Corp,ConocoPhillips,Exxon Mobil Corp, dan Royal Dutch Shell Plc dengan tuduhan merekalah kontributor terbesar perubahan iklim. Beberapa pemerintah daerah di negara bagian California termasuk San Francisco dan Oakland juga sempat melakukan hal semacam ini, demikian dilansir Bloomberg, Rabu (10/1).

New York juga menuntut produsen asbes, rokok, dan cat karena mengancam kesejahteraan dan kesehatan publik serta tuntutan karena menggunakan lahan orang lain. Dua alasan ini hampir selalu digunakan untuk menyerang perusahaan yang menyebabkan polusi, meski skalanya tidak besar.

Pemerintah New York mengatakan perusahaan-perusahaan minyak menolak hasil riset para saintis perubahan iklim. Kuasa hukum Pemerintah Kota New York menyatakan, terlapor adalah industri kolektif. Perusahaan-perusahaan minyak itu mengecilkan peran perubahan iklim terhadap kehidupan masyarakat.

Walikota New York Bill de Blasio juga berencana menarik investasi dana lima pensiun Pemerintah Kota New York senilai lima miliar dolar AS dari perusahaan minyak dalam lima tahun ke depan. Ia akui, ini memang rumit dan memakan waktu. Akan ada banyak tahapan yang harus dilalui, tapi harus ditempuh.

Jaksa Agung New York Eric Schneiderman tengah menginvestigasi apakah Exxon menggelapkan informasi tentang dampak lingkungan yang perusahaan itu sebabkan.

''Tak ada yang bisa menutut satu kasus persis kasus lain. Itu mengada-ada,'' kata Direktur Eksekutif Sabin Center for Climate Change Law di Columbia Law School, New York, AS, Michael Burger.

Juru bicara Shell, Curtis Smith, mengatakan tuntutan itu tidak mendasar apalagi dikaitkan dengan pemanasan global. Sementara juru bicara Chevron, Braden Reddall menyatakan tuntutan semacam ini harus didasarkan pada aturan dan pendekatan yang tepat, bukan melalui pengadilan.

Juru bicara Exxon Mobil Scott Silvestri mengatakan, mengurangi emisi karbon adalah isu global dan harus dilakukan oleh komunitas global. ''Tuntuan yang didasarkan pada kepentingan semacam ini kami pikir tak pantas dilakukan,'' kata Silvestri.

Pada kasus-kasus sebelumnya, pemerintah kota gagal memenangkan tuntutan semacam ini di pengadilan. Pengadilan menyatakan tuntutan terkait perubahan iklim tidak bisa dilakukan pemerintah negara bagian atau kota atau privat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA