Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

Kritik AS di Forum WTO Dikritisi Balik

Jumat 15 Desember 2017 02:12 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Budi Raharjo

WTO

WTO

Foto: flickr

REPUBLIKA.CO.ID,BUENOR AIRES -- Di hari pertama pertemuan tingkat tinggi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), AS menyampaikan pernyataan yang menghenyak. Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat Robert Lighthizer menyatakan, beberapa negara mendapat perlakukan istimewa.

Beberapa negara kaya mengklaim diri mereka negara berkembang seperti Cina dan India. Lighthizer meminta klarifikasi WTO atas hal itu.

Juru bicara WTO Keith Rockwell mengaku sikap AS itu sudah diantisipasi. Presiden Argentina Mauricio Macri menyatakan, masalah WTO harus diselesaikan di WTO, bukan di luar. Seruan itu mendapat dukungan dari Prancis. ''Prancis tetap berpegang pada multilateralisme. Tentu, perbaikan harus dilakukan,'' kata Menteri Perdagangan Prancis, Jean-Baptiste Lemoyne seperti dikutip Deutsche Welle, Rabu (13/12).

Menteri Perdagangan Cina Zhong Shan juga menyatakan hal serupa. WTO harus bekerja sama dalam bekerja sama ekonomi yang terbuka dan globalisasi adalah tren yang tidak bisa dimundurkan.

Beberapa negara Eropa dan Amerika Latin juga meminta kerja sama yang lebih kuat dalam WTO. Kepala Delegasi Jerman Matthias Machnig menyatakan, sengket WTO tetap harus menjamin kesetaraan ketimbang mendukung yang kuat.

Pemerintah AS dituding tengah berupaya mengarahkan kebijakan WTO berorientasi pada AS. Washington bahkan mengancam keluar WTO dengan menuding WTO kurang fasilitatif terhadap perkembangan kompetisi yang ada. Sebelumnya, AS juga sudah menarik diri dari Kemitraan Trans Pasifik (TPP) dan Kesepakatan Dagang Amerika Utara (NAFTA).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES