Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

Harga Minyak Berbalik Naik di Perdagangan Asia

Senin 23 Feb 2015 15:30 WIB

Red: Satya Festiani

Harga Minyak Mentah

Harga Minyak Mentah

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Harga minyak mentah dunia berbalik naik (rebound) di perdagangan Asia pada Senin (23/2), karena para spekulan memburu harga murah setelah penurunan tajam pekan lalu, namun analis mengatakan harga tetap tertekan oleh kelebihan pasokan.

Kontrak acuan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik 15 sen menjadi 50,96 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman April naik 21 sen menjadi 60,43 dolar AS di perdagangan sore. WTI turun 4,66 persen dan Brent anjlok 2,1 persen minggu-ke-minggu pada Jumat lalu (20/2), menawarkan pedagang kesempatan untuk membeli kembali.

"Harga jatuh sedikit minggu lalu jadi orang mencoba untuk memasuki posisi sekarang, berpikir bahwa mereka (harga-harga minyak) akan naik lagi," kata Daniel Ang, seorang analis investasi Phillip Futures di Singapura.

"Ini lebih dari peningkatan spekulatif," katanya kepada AFP.

Ang mengatakan bahwa bagaimanapun "rebound" tidak mungkin bertahan karena kelebihan pasokan komoditas global, mencatat bahwa produksi minyak mentah AS tetap kuat di atas 9,2 juta barel per hari. Dia mengatakan pemogokan di kilang-kilang minyak AS telah menyebabkan kelebihan minyak mentah di pasar Amerika karena lebih sedikit produk mereka yang dikirim ke fasilitas-fasilitas untuk penyulingan.

Para pekerja di tiga kilang minyak utama AS yang dioperasikan Royal Dutch Shell mogok pada Sabtu karena sengketa atas ketentuan pekerjaan yang lebih aman. Sekitar 1.350 karyawan di tiga kilang dan pabrik kimia terpengaruh oleh aksi mogok terbaru, yang mencerminkan pemogokan di lokasi lain yang dilakukan awal bulan ini.

Secara global, pasokan minyak mentah juga sedang meningkat setelah ladang-ladang minyak di Libya timur kembali memompa ke pelabuhan Hariga menyusuk perpabikan jaringan pipanya, Bloomberg News melaporkan. Oman, produsen minyak terbesar Timur Tengah di luar Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), berencana untuk meningkatkan produksinya menjadi 980.000 barel per hari pada tahun ini.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA