Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Toshiba akan PHK 50 Persen Karyawan

Selasa 01 Oct 2013 07:55 WIB

Red: M Irwan Ariefyanto

Toshiba di AS

Toshiba di AS

REPUBLIKA.CO.ID,TOKYO -- Perusahaan elektronik Jepang Toshiba akan mengurangi 50 persen  karyawan untuk divisi televisi dan menghentikan produksi di dua dari tiga pabrik di luar negeri, sebelum akhir tahun fiskal ini. Seperti dikutip BBC, Toshiba tidak menyebutkan mana dari tiga pabrik -Cina, Indonesia dan Polandia- yang akan ditutup.

Harian bisnis Nikkei mengatakan kemungkinan pabrik di Indonesia akan tetap karena efisien. Divisi televisi Toshiba mengalami kerugian dalam dua tahun terakhir karena menurunnya penjualan global. Toshiba mengatakan akan memusatkan ke pasar yang terus berkembang seperti Asia dan Afrika dan mengakhiri penjualan untuk "sektor yang tidak menguntungkan".

Toshiba -seperti perusahaan televisi Jepang lain- mengalami penurunan permintaan, jatuhnya harga serta meningkatnya persaingan. Produk digital Toshiba, termasuk televisi, mengalami kerugian 16,3 miliar yen atau US$166 juta sampai tahun fiskal 31 Maret lalu, naik dari kerugian 3,3 miliar yen tahun sebelumnya.

Toshiba, yang memproduksi TV Regza, mengatakan dalam satu pernyataan bahwa perubahan itu dimaksudkan untuk "meningkatkan keuntungan dan memperkuat fondasi bisnis".

Toshiba mengatakan perusahaan itu akan mengalihkan sumber daya untuk membuat televisi dengan gambar super tajam, ultra high-definition (HD) 4K TV LCD yang diperkirakan permintaannya akan terus meningkat. Manufaktur global lain juga memusatkan pada produksi TV LCD ini.

Panasonic dan serta perusahaan LG dari Korea Selatan termasuk yang telah meluncurkan TV ultra HD. Langkah Toshiba ini dilakukan di tengah upaya Jepang untuk menjadi negara pertama yang menyiarkan program dalam bentuk 4K melalui satelit pada tahun 2014, pada saat Piala Dunia.

Perusahaan telekomunikasi Jepang mengatakan tengah melakukan uji coba video dengan resolusi 4K yang akan disalurkan melalui internet ke televisi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA