Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Fungsi Digizakat, Apa Saja?

Kamis 16 May 2019 19:49 WIB

Red: Agung Sasongko

Zakat

Zakat

Foto: Antara
Digizakat memiliki beberapa fungsi dalam upaya pengembangan pengelolaan zakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Direktur Eksekutif Forum Zakat (FOZ), Agus Budiyanto, mengatakan, Digizakat memiliki beberapa fungsi. Pertama, fungsi profilling dan index organisasi pengelola zakat (OPZ).

Pada platform ini, OPZ manapun akan memiliki halaman khusus profil organisasi tersebut. Dengan demikian, menurutnya, orang-orang bisa melihat profil dari mulai nama lembaga, program, visi-misi, hingga laporan keuangan dan pelaksanaan program.

Dari data yang dihimpun OPZ di halaman profile itu, maka Digizakat bisa menampilkan levelling OPZ. Misalnya, rating lima organisasi pengelola zakat terbaik berdasarkan program pendidikan atau kepatuhan syariah versi FOZ.

"Di platform ini, stakeholder dan masyarakat bisa mengetahui organisasi pengelola zakat tertentu dan profilenya," ujarnya.

Kedua, fungsi data share program OPZ. Di sini, terdapat data tentang sebaran program-program yang dilakukan OPZ di seluruh Indonesia berbasis lima sektor, yakni pendidikan, dakwah, ekonomi, kesehatan, dan sosial kemanusiaan. Di platform itu, Agus menuturkan akan tersedia peta digital, di mana peneliti bisa mengetahui sebaran program di kabupaten/kota tertentu.

"Wilayah yang dituju akan terakses di peta digital, lalu akan muncul lembaga apa, program, jumlah penerima manffaat, dana zakat yang disalurkan dan dampaknya," terangnya.

Selanjutnya, platform ini juga bisa dimanfaatkan bagi orang yang mungkin kebingungan menyalurkan dana zakat dan ingin mengetahui lembaga zakat yang melakukan program yang dimaksud.

Ketiga, mustahik data share OPZ. Di platform Digizakat ini, bisa diketahui sebaran mustahik berbasis kebutuhan. Digizakat akan memasukkan data mustahik secara detail. Misalnya, mencari data tentang mustahik berkebutuhan bantuan kesehatan dan detailnya operasi katarak.

Agus menjelaskan, wilayah terarsir akan muncul di peta digital dan memperlihatkan mustahik yang dimaksud. Selanjutnya, riwayat mustahik bersangkutan akan muncul. Misalnya, riwayat ia menerima bantuan dari lembaga mana saja.

"Semua bisa dilihat di peta digital di Digizakat. Data itu bisa dilihat dari input teman-teman OPZ di seluruh Indonesia," katanya.

Selain itu, menurut dia, OPZ juga akan diuntungkan dengan adanya peta sebaran mustahik tersebut. Karena peta ini akan menjadi fungsi verifikator bagi lembaga pengelola zakat. OPZ bisa melihat riwayat mustahik bersangkutan dalam penerimaan bantuan zakat.

"Di sini bisa dilihat mustahik yang baik atau yang menyalahgunakan bantuan dari lembaga tertentu," ujarnya.

Keempat, fungsi capacity building. Dengan adanya ekosistem digital zakat seperti Digizakat ini, Agus mengatakan hal itu akan mendorong OPZ untuk tumbuh bersama menjadi lebih baik. Dengan adanya levelling atau pemberian rating bagi OPZ, mereka akan terdorong untuk membenahi lembaganya menjadi lebih baik.

"Semakin baik OPZ membuat profilling dan program yang kreatif dan berdampak, semakin baik pula rating-nya di Digizakat sebagai sebuah OPZ," tuturnya.

Dalam bentuk capacity building ini, Digizakat akan menyediakan fungsi e-learning dalam bentuk video atau podcast suara, di mana amil zakat bisa belajar tentang pengelolaan zakat, fundraising dan lainnya. Di samping, adanya Sekolah Amil Indonesia di platform Digizakat.

Kelima, fungsi crowd funding. Agus menuturkan, Digizakat bisa digunakan untuk menambah channel (jaringan) baru fundraising. Apalagi bagi OPZ yang belum memiliki kanal donasi daring.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA