Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

ACT: Info Tsunami Sulteng Belum Bisa Dipastikan Kebenarannya

Jumat 12 Apr 2019 21:04 WIB

Red: Gita Amanda

Gempa bumi (ilustrasi)

Gempa bumi (ilustrasi)

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Info yang beredar salah satu kecamatan di Kabupaten Banggai sudah terjadi tsunami.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGGAI -- Salah satu relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Sulawesi Tengah (Sulteng) Mohamad Iqbal Rasyid, membenarkan gempa bumi yang melanda wilayah tersebut. Namun ia menyatakan kabar tsunami yang beredar belum dapat dipastikan kebenarannya.

Baca Juga

"Hingga saat ini belum terjadi tsunami. Hanya saja, info yang beredar bahwa di salah satu kecamatan di Kabupaten Banggai sudah terjadi tsunami. Tetapi info itu belum kredibel,” kata Iqbal seperti dikutip dari ACT News.

Sebelumnya gempa bumi kembali mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng). Kali ini, gempa berkekuatan 6,9 skala Richter (SR) mengguncang beberapa wilayah di Sulawesi Tengah seperti Banggai Kepulauan, Luwuk, dan Morowali.

Melalui video yang dikirimkan kepada ACT News, tampak bahwa masyarakat yang terdampak gempa, salah satunya yang tinggal di Kota Luwuk, berhamburan memenuhi jalan dalam keadaan panik. Mereka berusaha menyelamatkan diri setelah mendengar kabar air yang mulai naik. 

Gempa pertama kali mengguncang wilayah Banggai Kepulauan pada hari Jumat (12/4) pukul 18.40 WIB. Gempa berpusat di 85 kilometer (Km) Barat Daya Banggai Kepulauan dan berkedalaman 10 kilometer.

Kepala Humas dan Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan bahwa gempa tersebut dirasakan tidak hanya oleh penduduk Kabupaten Banggai Kepulauan. Gempa terasa kuat di Kota Palu sekitar 6 detik.

"Masyarakat panik dan keluar dari rumah. Gempa teras kuat di Kabupaten Luwu Timur sekitar empat detik. Gempa berpotensi tsunami Kab. Morowali, (belum bisa dikontak),” tulis Sutopo dalam keterangannya kepada media.

Sutopo juga mengimbau kepada pemerintah provinsi, kabupaten, atau kota yang berada dalam status waspada supaya memperhatikan dan mengarahkan masyarakat supaya menjauhi pantai dan sungai.

Setelah sebelumnya gempa dinyatakan berpotensi tsunami, peringatan dini tsunami dicabut pada pukul 19.47. "Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:6.9, tanggal: 12-Apr-19 18:40:49 WIB, dinyatakan telah berakhir," tulis BMKG melalui akun Twitternya.

Situs BMKG mencatat bahwa setelah gempa pertama yang terjadi pukul 18.40, gempa susulan mengguncang dengan kekuatan 5,2 SR pada pukul 19.03 WIB dengan pusat gempa terletak 98 km Barat Daya Banggai Kepulauan, serta pada pukul 19.12 WIB dengan pusat gempa terletak 84 km Barat Daya Banggai Kepulauan. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA