Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Perolehan Zakat Kota Bandung Capai Rp 42,327 Miliar

Jumat 07 Jun 2019 12:11 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Zakat

Ilustrasi Zakat

Foto: Republika/Mardiah
Perolehan zakat naik 30 persen dibandingkan tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Perolehan zakat di Kota Bandung tahun ini meningkat sebesar 30,47 persen dibandingkan tahun lalu. Nilainya mencapai Rp 42,327 miliar. Pada 2018, Baznas Kota Bandung hanya mampu menghimpun sebesar Rp32,44 miliar.

Menurut Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan (Kabag Kesra) Kota Bandung, Tatang Muchtar, tak hanya dari Badan Amil Zakat (BAZ), ada pula zakat yang dihimpun oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Kota Bandung yaitu Rp 22,036 miliar. Nilai itu naik 65,02 persen dari tahun lalu yang sebesar Rp 13,353 miliar

Dengan begitu, kata dia, jumlah dana zakat yang berhasil dihimpun para lembaga pengelola zakat adalah Rp 64,36 miliar. Sedangkan tahun lalu jumlahnya hanya Rp 45,8 miliar. Dana sebesar itu didapat dari 1.410.925 muzaki. Jumlah itupun meningkat 10,97 persen dari tahun lalu yang berjumlah 1.271.401 orang.

"Perolehan zakat sebesar itu, dana itu disalurkan kepada lebih banyak mustahik, atau penerima zakat. Jumlahnya meningkat 11,28 persen dari tahun lalu, dari 254.602 pada tahun 2018 menjadi 283.326 pada 2019," ujar Tatang kepada wartawan, dalam siaran persnya, Jumat (7/6).

Tatang mengatakan, peningkatan tersebut terjadi berkat kerja sama semua pihak, dari mulai para pengumpul zakat di tiap masjid hingga di kecamatan.

"Kita cukup terorganisir, alhamdulillah. Dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat masjid, lalu dihimpun ke UPZ kelurahan, berakhir di UPZ kecamatan. Lalu langsung didistribusikan di wilayah tersebut," katanya.

Menurut Tatang, kampanye dan sosialisasi oleh berbagai lembaga zakat juga berpengaruh signifikan. Terbukti dari meningkatnya jumlah muzaki.

"Mudah-mudahan setiap tahun terus meningkat. Harapannya mustahik bisa berkurang," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA