Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

YBM PLN Sumbar Resmikan Masjid Cahaya di Mentawai

Rabu 15 Mei 2019 11:57 WIB

Rep: Febrian Fachri/Rahma Sulistya/ Red: Gita Amanda

Masjid Cahaya yang dibangun oleh PLN Sumbar di Kelurahan Tua Pejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Masjid Cahaya yang dibangun oleh PLN Sumbar di Kelurahan Tua Pejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Foto: Istimewa
Diharapkan kehadiran Masjid Cahaya bisa menjawab kebutuhan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, KEPULAUAN MENTAWAI -- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Barat (Sumbar) meresmikan Masjid Cahaya di Kelurahan Tua Pejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai kemarin, Selasa (14/5) lalu. Masjid tersebut didirikan dari dana Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN.

Baca Juga

GM PLN UIW Sumbar Bambang Dwiyanto mengatakan pihaknya bersyukur pembangunan Masjid Cahaya sudah selesai 100 persen sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah. "Alhamdulillah, pembangunan masjid ini telah 100 persen yang artinya telah selesai dan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dalam menjalankan ibadah," kata Bambang, melalui keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Rabu (15/5).

Bambang menyebut masa pembangunan Masjid Cahaya berlangsung selama tujuh bulan. Total pembangunan masjid ini menghabiskan biaya RP 987 juta. Pembangunan Masjid Cahaya dimuai sejak September 2018 lalu. Di mana momen peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Bambang berharap dengan kehadiran Masjid Cahaya bisa menjawab kebutuhan masyarakat di Tua Pejat untuk kemudahan beribadah. Pengurus Masjid Cahaya Sohibul Iman mewakili warga mengucap syukur daerah mereka kini sudah berdiri masjid yang cukup mumpuni menampung jemaah.

Sohibul menyebut kehadiran Masjid Cahaya mempermudah warga untuk melaksanakan sholat berjemaah. Sebelum ada Masjid Cahaya di kilometer 3 kata Sohibul banyak warga yang tidak punya kendaraan pribadi kesulitan menjangkau masjid yang terletak di kilometer 0 dan kilometer 4.

Sohibul mengatakan warga juga antusias memakmurkan Masjid Cahaya. Ia menyebut warga sudah menggunakan masjid ini sebelum peresmian berhubung bulan Ramadhan sudah berlangsung kurang lebih seminggu.

''Semenjak dibangun pun, masjid tidak pernah sepi dan selalu ramai di tiap jam solat,'' ujar Sohibul.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA