Sabtu, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Sabtu, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Penerima Manfaat Dompet Dhuafa Mencapai 19,13 Juta Jiwa

Kamis 24 Jan 2019 17:16 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Andi Nur Aminah

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, drg Imam Rullyawan

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, drg Imam Rullyawan

Foto: Republika/Fuji Eka Permana
sepanjang 2018, total penerima manfaat program Dompet Dhuafa mencapai 2,15 juta jiwa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dompet Dhuafa kini telah berusia 25 tahun. Selama itu Dompet Dhuafa telah membantu jutaan kaum dhuafa di dalam dan luar negeri. Tercatat sebanyak 19,13 juta jiwa telah menerima manfaat program-program Dompet Dhuafa selama 25 tahun terakhir.

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, drg Imam Rullyawan mengatakan, penerima manfaat Dompet Dhuafa di bidang pendidikan selama 25 tahun terakhir mencapai 652.740 jiwa. Sementara di bidang kesehatan penerima manfaatnya mencapai 2.272.566 jiwa.

Baca Juga

"Di bidang ekonomi penerima manfaatnya berjumlah 667,796 jiwa, dan di bidang sosial berjumlah 15.034.283 jiwa, kemudian di bidang dakwah berjumlah 509.030 jiwa," kata drg Imam saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertema "Menyoal Lambatnya Pemulihan Lombok" di Bakoel Koffie, Kamis (24/1).

Ia menerangkan, sepanjang 2018, total penerima manfaat program Dompet Dhuafa mencapai 2,15 juta jiwa. Rinciannya penerima manfaat di bidang pendidikan mencapai 65.680 jiwa, di bidang kesehatan 286.975 jiwa, di bidang ekonomi 15.026 jiwa, di bidang sosial 1.738.393 jiwa dan di bidang dakwah 66.253 jiwa.

Penerima manfaat program Dompet Dhuafa sepanjang 2018, sebanyak 2.089.802 jiwa tersebar di 34 provinsi yang ada di Indonesia. Sisanya sebanyak 62.000 jiwa tersebar di 26 negara atau di luar negeri.

Imam menegaskan, dalam penyaluran bantuan, Dompet Dhuafa tidak melihat suku, ras, agama dan partai politik penerima bantuan. Siapapun orangnya, asalkan termasuk kategori dhuafa maka Dompet Dhuafa akan membantunya.

Ia juga menyampaikan, penghimpunan zakat, infak, sedekah, wakaf dan dana lainnya yang halal dan legal mengalami peningkatan setiap tahunnya. "Penghimpunan (Dompet Dhuafa) rata-rata 54 persen dalam 25 tahun atau tumbuh 13 persen dalam 10 tahun terakhir," ujarnya.

Sementara, tingkat serapan penyaluran selama 25 tahun terakhir rata-rata 90 persen per tahun atau rasio allocation to collection ratio (ACR) mencapai 90 persen. Artinya, penyaluran yang dilakukan Dompet Dhuafa sangat efektif berdasarkan penilaian Zakat Core Principle Baznas.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA