Selasa, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 Desember 2018

Selasa, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 Desember 2018

Zakat Bisa Jadi Gaya Hidup Generasi Milenial

Kamis 06 Des 2018 22:53 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Gita Amanda

zakat

zakat

Zakat bisa berkembang luas dengan mekanisme peer-to peer.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dompet Dhuafa melihat kaum milenial secara langsung atau tidak langsung dapat menguatkan, meningkatkan dan menumbuhkan penghimpunan potensi zakat di Indonesia. Zakat dinilai bisa dijadikan lifestyle generasi milenial.

Managing Partner Inventure Indonesia, Yuswohady mengatakan zakat bisa dijadikan lifestyle dan giving-lifestyle. Caranya gabungkan antara sesuatu yang keren dengan identitas Islam menjadi the new cool.

"Contohnya Masjid Cut Meutia tiap tahun mengadakan Jazz-Halal Festival," kata Yuswohady saat menjadi pembicara di Talkshow Milenial, Lifestyle, Zakat yang digelar Dompet Dhuafa di Bakso Boedjangan, Jakarta, Rabu (5/12) lalu.

Ia juga menyampaikan, kebanyakan generasi milenial cenderung menghabiskan uangnya tidak untuk membeli barang. Tetapi menghabiskan uangnya untuk mencari makna hidup.

Sementara bagi generasi milenial, sesuatu yang digital adalah sesuatu yang keren. Milenial mau semuanya ada dalam handphone, tidak mau menggunakan kartu seperti orang tuanya, termasuk dalam segi membayar.

"Maka zakat dapat dipromosikan melalui cara peer-to-peer dan menggunakan influencer, jadi zakat ke depan bukan semakin sedikit, namun bisa semakin besar," ujarnya.

Menurutnya, fenomena hijab bisa berkembang luas karena mekanisme peer-to peer. Polanya akan serupa dengan industri halal dan gerakan anti-riba beberapa tahun ke depan. Halal lifestyle dan anti-riba lifestyle secara bertahap akan membuat masyarakat menerima nilai-nilai Islam.

Business Development Digital Tokopedia, Rininta Syahrir saat talkshow menyampaikan, sebuah kanal e-commerce seperti Tokopedia juga merasakan perkembangan gaya hidup generasi millennial dalam aktivitas kebaikan. Konsep belanja sambil berbagi dan bekerja sama dengan beberapa lembaga menjadi lebih terpercaya.

"Itu sangatlah membantu, selain itu tren digital adalah mengandalkan kemudahan dan kecepatan untuk menjaga kekhawatiran konsumen yang melakukan transaksi online terutama dalam jumlah nominal yang besar," ujarnya.

Public Figure, Fairuz A Rafiq saat talkshow juga menceritakan pengalamannya berzakat melalui Dompet Dhuafa. Dia mengatakan, merasa lebih percaya dengan Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa mendukung muzaki dengan kemudahan informasi sehingga dapat merasakan pengalaman cerita kebaikan yang menginspirasi.

 

"Saya senang lembaga seperti Dompet Dhuafa juga sangat mendukung setiap kita yang ingin melakukan kebaikan dengan mudah, bahkan ikut berbagi inspirasi," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES