Tuesday, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 December 2018

Tuesday, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 December 2018

Angkat Isu Kemanusiaan, ACT Gelar Anugerah Karya Jurnalistik

Kamis 06 Dec 2018 16:31 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Gita Amanda

Presiden Global Wakaf ACT N Imam Akbari memberikan sambutan pada acara pengarugerahan karya jurnalistik kemanusiaan di Jakarta, Kamis (6/12).

Presiden Global Wakaf ACT N Imam Akbari memberikan sambutan pada acara pengarugerahan karya jurnalistik kemanusiaan di Jakarta, Kamis (6/12).

Foto: Republika/Prayogi
Anugerah ini diberikan kepada jurnalis yang mempublikasikan aksi kemanusiaan ACT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menggelar acara penganugerahan karya jurnalistik dengan tema The Rise of Islamic Filantropy di Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (6/12). Presiden ACT, Ahyudin menjelaskan, tema kemanusiaan tersebut sejatinya merupakan tema yang diangkat ACT untuk pergelaran anugerah karya jurnalistik 2019 mendatang.

“Sudah sepatutnya filantropi dijadikan sebagai gaya hidup, sebab kuat dan lemahnya keimanan seseorang dapat dilihat dari kedermawanan dan kepedulian sosialnya,” kata Ahyudin.

Dia juga yakin, ACT sebagai lembaga filantropi yang telah bergerak sejak belasan tahun ini mampu memperluas aksi kedermawanan. Kerja sama keumatan, kata dia juga mampu membuka peluang partisipasi umat, sehingga berperan memperbanyak dedikasi kemanusiaan.

“Kedermawanan yang besar menuntut rancangan gagasan besar. ACT dan jejaringnya akan berkomitmen untuk kedermawanan itu,” ujar dia.

Sedangkan Manajer Umum Komunikasi ACT Lukman Aziz menjelaskan, anugerah karya jurnalistik ini diberikan kepada para jurnalis yang mempublikasikan aksi kemanusiaan dalam program ACT. ACT, kata dia juga sangat mengapresiasi upaya jurnalis dalam menyebarkan isu kemanusiaan.

“Melalui media, setiap aksi yang kita lakukan dapat menjadi inspirasi banyak orang, sehingga maslahat yang disampaikan juga dapat tersebar luas. Bersama kawan-kawan jurnalis, kepercayaan akan muncul secara alami dari khalayak dan tumbuhnya empati untuk kemanusiaan dapat lebih cepat,” ungkapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES