Tuesday, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 December 2018

Tuesday, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 December 2018

Ini Cara Dompet Dhuafa Merespons Generasi Milenial

Kamis 06 Dec 2018 11:54 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Andi Nur Aminah

Direktur Mobilisasi Zakat, Infaq dan Sodaqoh Dompet Dhuafa, Bambang Suherman

Direktur Mobilisasi Zakat, Infaq dan Sodaqoh Dompet Dhuafa, Bambang Suherman

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Masyarakat generasi milenial cenderung lebih senang menggunakan transaksi digital.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dompet Dhuafa berusaha beradaptasi dengan tuntutan perubahan dan perkembangan masyarakat. Sekarang, di tengah masyarakat ada perubahan pola transaksi dan penyerapan informasi, inilah yang akan direspons Dompet Dhuafa.

Masyarakat generasi millennial cenderung lebih senang menggunakan transaksi digital. Kecenderungan ini membuat sejumlah lembaga filantropi dan lembaga amil zakat memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk memudahkan para muzaki dan donatur.

"Dompet Dhuafa belajar bagaimana caranya mengelola generasi millennial di masa yang akan datang, sambil menguji apakah model yang sudah dikembangkan Dompet Dhuafa selama ini sudah on the track atau perlu dievaluasi," kata Direktur Mobilisasi Zakat, Infak, Shodaqoh (ZIS) Dompet Dhuafa, Bambang Suherman kepada Republika.co.id, Rabu (5/12).

Bambang mengatakan, Dompet Dhuafa mendapat banyak masukan dari pakar dan praktisi. Setelah dievaluasi, insya Allah sampai sekarang Dompet Dhuafa masih on the track. Ke depan, cara Dompet Dhuafa membangun komunikasi akan lebih banyak berbasis grup.

Dompet Dhuafa juga menyadari bahwa publik tidak bisa dipengaruhi oleh brand atau produk. Publik akan lebih mudah terpengaruh kalau ada seseorang yang menjadi bagian dari grup mereka memberikan testimoni tentang sebuah brand atau produk.

"Dengan cara seperti itu kita akan kembangkan, kita sasar para influencer, orang-orang yang sangat berpengaruh di grupnya," ujarnya.

Menurutnya, untuk mengajak dan mempengaruhi para influencer dengan cara membuat lifestyle. Ternyata banyak influencer yang memiliki lifestyle seperti traveling dan leisure. Jadi para influencer tersebut akan diajak masuk ke dalam ruang-ruang pengalaman.

Maka para influencer tersebut akan bercerita pengalamannya dengan teman sejawat atau teman grup di media sosial dan tempat nongkrong. Cara ini lebih efektif untuk mensosialisasikan sesuatu dibanding Dompet Dhuafa mensosialisasikan sesuatu langsung kepada publik.

"Dompet Dhuafa hari ini coba beradaptasi untuk menciptakan interaksi dan pengalaman (bersama generasi millennial) supaya terbangun ikatan, kalau dengan teman-teman selebgram, Dompet Dhuafa sudah akrab," ujarnya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES