Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Generasi Milenial Dapat Tingkatkan Pertumbuhan Zakat

Rabu 05 Dec 2018 21:55 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Gita Amanda

Direktur Mobilisasi Zakat, Infaq dan Sodaqoh Dompet Dhuafa, Bambang Suherman

Direktur Mobilisasi Zakat, Infaq dan Sodaqoh Dompet Dhuafa, Bambang Suherman

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Milenial dapat menguatkan penghimpunan zakat di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perkembangan zaman telah menempatkan kaum milenial menjadi pemeran utama. Dompet Dhuafa melihat kaum milenial secara langsung atau tidak langsung dapat menguatkan, meningkatkan dan menumbuhkan penghimpunan zakat di Indonesia.

Direktur Mobilisasi Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) Dompet Dhuafa, Bambang Suherman, mengatakan generasi milenial adalah anak-anak muda yang saat ini berusia antara 15-35 tahun. Generasi milenial lahir pada rentang tahun 1980-an hingga 2000. Meskipun tidak lagi menjadi karyawan termuda, milenial telah membawa banyak perubahan dalam industri digital di Indonesia.

"Fenomena tersebut membuat Dompet Dhuafa sebagai lembaga amil zakat tidak menutup mata terhadap perubahan dan dinamika di dunia ini," kata Bambang saat Talkshow Milenial, Lifestyle, Zakat di Bakso Boedjangan Pejaten, Jakarta, Rabu, (5/12).

Ia menyampaikan, tantangan Dompet Dhuafa adalah menjawab panggilan zaman. Sebagai lembaga penghimpun zakat, Dompet Dhuafa akan bekerja sama dengan berbagai pihak, instansi dan lembaga. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan zakat sebagai salah satu media yang dapat mengangkat martabat dhuafa.

Seiring perkembangan era digital, Dompet Dhuafa juga terus berinovasi dalam memudahkan masyarakat untuk menyalurkan donasinya. Salah satunya melalui website Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa juga melihat dalam enam tahun terakhir, industri digital di Indonesia tumbuh 9,98 persen sampai 10,7 persen per tahun. Itu dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional.

"Maka Dompet Dhuafa berinisiatif merangkul kaum muda milenial perwakilan dari corporate, LAZ, komunitas, BDI, ormas dan yayasan untuk bergabung dalam agenda gerakan zakat tersebut," ujarnya. Bambang menegaskan, ke depannya zakat menjadi bagian lifestyle kaum milenial. Sehingga manfaatnya semakin meluas bagi kemajuan umat dan bangsa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA