Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

Baznas akan Bangun Ruang Menyusui di Pos Layanan Bencana

Sabtu 13 Okt 2018 00:31 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Gita Amanda

Ilustrasi Wanita Menyusui Bayi

Ilustrasi Wanita Menyusui Bayi

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Ruangan khusus tersebut diperuntukkan agar mereka dapat lebih merasa nyaman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) akan mendirikan ruangan khusus ibu menyusui di setiap pos pelayanan Baznas di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Sebab, dari sekian banyak pengungsi yang ada, tidak sedikit di antaranya adalah ibu menyusui. Ruangan khusus tersebut diperuntukkan agar mereka dapat lebih merasa nyaman dan psikologinya terkontrol.

Koordinator Lapangan Layanan Kesehatan Baznas Iqbal menjelaskan, tim Baznas juga memberikan sosialisasi kepada para ibu di pengungsian mengenai menjaga kesehatan di tengah situasi tanggap bencana. "Banyak bayi dan balita yang masih dalam umur yang membutuhkan ASI dari ibunya. Kami mensosialisasikan meski dalam keadaan di pengunhsian, bahwa memberikan ASI itu penting bagi anak-anaknya," katanya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (12/10)

Iqbal menjelaskan, Baznas Emergency Center ini tidak hanya memiliki tim kesehatan yang melayani pasien, tapi juga ikut mendistribusikan logistik ke setiap lokasi pengungsian. Tim psikososial juga diturunkan yang bertugas untuk mendampingi anak-anak pengungsi melakukan trauma healing.

Para pengungsi di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah mulai mengalami berbagai penyakit, seperti gangguan pernafasan (ISPA), gangguan pencernaan dan diare. Agar keluhan ini tak meluas, Baznas juga akan  meningkatkan layanan kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan.

Layanan kesehatan dilakukan oleh Tim Baznas Emergency Center di sejumlah titik pengungsian di daerah Palu, Sigi, dan Donggala pascagempa dan tsunami. "Layanan kesehatan Baznas yang tersebar di Sigi, Palu, dan Donggala melayani beragam keluhan yang didera pengungsi, mulai dari dermatitis, trauma luka, gastritis, diare, hingga ISPA, ada juga pasien kecelakaan sepeda motor," kata Iqbal.

Iqbal menambahkan, para pasien akan terus diberikan pendampingan hingga benar-benar pulih. Sementara itu, pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut, dirujuk ke rumah sakit yang terdekat dengan pengungsian, seperti RS Bhayangkara, RS SIS Aljufri, dan RS Anutapura.

Sejak 30 September hingga 11 Oktober 2018 kemarin, tim layanan kesehatan Baznas telah menangani 1.169 jiwa. Tim layanan kesehatan Baznas terus melayani para korban, dan mendistribusikan logistik juga obat-obatan di lokasi terdampak bencana meski status tanggap darurat diperpanjang.

Selain di bidang kesehatan, Baznas di Palu dan Donggala juga menyediakan 5.000 porsi makan setiap hari untuk para pengungsi. Bantuan yang dilakukan oleh tim layanan aktif Baznas ini disalurkan melalui dapur umum yang tersebar di Sulawesi Tengah.

Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta, mengatakan makanan ini memang masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Donggala maupun Palu. Untuk itu, Baznas berkomitmen terus melakukan penyaluran logistik ke lokasi-lokasi pengungsian.

"Baznas masih terus mendistribusikan bantuan logistik untuk para pengungsi melalui dapur umum. Saat ini Tim Baznas melayani pengungsi di Donggala dan Palu, dengan menyediakan kebutuhan makan dan minum selama warga masih menghuni tenda-tenda pengungsian," ucap Arifin.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA