Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Dompet Dhuafa Turunkan Tim Psikologis Bantu Hilangkan Trauma

Jumat 12 Oct 2018 06:16 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda

Tim Psychological First Aid (PFA) Dompet Dhuafa beri pendampingan anak-anak korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah pada Rabu (10/10).

Tim Psychological First Aid (PFA) Dompet Dhuafa beri pendampingan anak-anak korban gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah pada Rabu (10/10).

Foto: Republika/Fuji Eka Permana
Diharapkan tim PFA bisa mengembalikan keceriaan anak-anak korban gempa.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Dompet Dhuafa telah bergerak membantu korban gempa yang meluluhlantahkan wilayah Sulawesi Tengah dengan kekuatan 7,4 Skala Richter (SR). Dompet Dhuafa bersama para aktivis kemanusiaan mulai dari proses evakuasi, mengadakan layanan sehat, bersih-bersih kota hingga mendatangkan dapur keliling.

 

Tim aktivis kemanusiaan melalui Psychoigical First Aid (PFA) memulihkan psikologi anak-anak korban gempa bumi dan tsunami di Halaman Kantor RRI kota palu. Maya Sita Darlina, psikolog selaku Koordinator Psycological mengatakan tim yang diterjunkan adalah para relawan praktisi psikologi yang akan berfokus pada memberikan pertolongan psikologis (PFA) dan beberapa pendekatan untuk stabilisasi psikis korban.

“Proses selanjutnya adalah melibatkan warga lokal dengan pola kaderisasi, mengedukasi warga lokal untuk bisa mendampingi pelaksanaan program ini saat dibutuhkan di waktu selanjutnya ke dalam berbagai program healing seperti berlatih relaksasi dan lain-lain,” ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (11/10).

Menurutnya, saat ini tim aktivis kemanusiaan melalui PFA mencoba untuk merangkul dan mendekatkan diri terutama kepada anak-anak yang cukup rentan terhadap dampak psikologis baik terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Banyak di antara mereka yang harus kehilangan orang tua atau bahkan menjadi korban dari robohnya puing-puing rumah mereka.

Dengan tatapan mata yang kosong, anak-anak ini harus diselamatkan karena masa depan yang masih panjang serta membantu memulihkan semangat untuk hidup lebih ceria lagi.

"Kami sangat terbantu dengan adanya tim PFA kami mengharapkan untuk bisa mengembalikan keceriaan anak - anak pengungsi ini agar tidak mengingat kejadian apa yang sudah menimpa dirinya,” ucap Ruminah salah satu pengungsi yang berada di halaman kantor RRI Palu.

Hingga kemarin (Rabu, 10/10), untuk korban meninggal sebanyak 2.010 jiwa, untuk korban luka-luka mencapai 10.679 jiwa. Sementara 82.775 jiwa mengungsi di 147 titik dan 671 jiwa hilang. Disisi lain 67.310 rumah rusak, 2.736 sekolah mengalami kerusakan hingga 20 fasilitas kesehatan mengalami rusak berat.

Dompet Dhuafa sejauh ini sudah mengupayakan 131 jenazah untuk dievakuasi dari lima titik lokasi, 586 pasien dengan adanya layanan sehat dengan mencakup sembilan titik lokasi, mendatangkan dapur keliling untuk dua titik, hingga mendirikan masjid darurat dan water purifier. Sejauh ini sudah 1.984 penerima manfaat bantuan yang Dompet Dhuafa salurkan. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA