Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Posko ACT Palu Ramai Dikunjungi Korban Gempa

Ahad 07 Oct 2018 19:51 WIB

Red: Gita Amanda

Tim ACT membantu para korban gempa di Palu.

Tim ACT membantu para korban gempa di Palu.

Foto: ACT
Mereka ingin memeriksakan kesehatannya dan mendapat bantuan obat-obatan dan makanan.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Posko Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Jalan H Hayun, Palu, Ahad (7/10), ramai dikunjungi korban gempa. Mereka ingin memeriksakan kesehatannya dan mendapat bantuan obat-obatan dan makanan.

Posko yayasan kemanusiaan itu yang telah beroperasi sejak Sabtu (29/9) atau sehari setelah gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter dan gelombang tsunami di Palu. Posko melayani pemeriksaan kesehatan secara gratis kepada masyarakat.

General Manager Komunikasi ACT, Lukman Aziz, menyatakan bahwa ACT mengerahkan sekitar 100 orang relawan yang terdiri atas dokter dan tenaga medis, tim penyelamat, relawan komunikasi, dan tim penilai ke lokasi bencana. Selain membuka posko di Jalan Hayun, Kota Palu, ACT juga sedang melakukan penilaian (assessment) atas kerusakan yang diakibatkan oleh gempa tersebut serta merinci para korban yang akan mendapatkan bantuan dari organisasinya.

ACT juga siap membuka berbagai posko di sejumlah titik lokasi untuk memudahkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia mengatakan, bantauan logistik dan tenaga terus berdatangan dan saat ini akan tiba para relawan lagi ke Palu dan akan disebar ke sejumlah kabupaten di Sulteng yang terdampak gempa.

Begitu pula bantuan  berupa peralatan medis, obat-obatan, logistik, kantong mayat, dan tenda-tenda darurat, juga disiapkan.

ACT juga siap membuka pusat informasi (media center) penanganan bencana gempa dan tsunami Sulteng pada Senin (8/10). "Informasi mengenai bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong dapat diperbarui setiap hari," kata Lukman.

Ia mengatakan, media center ACT dapat digunakan para awak media untuk saling bertukar informasi dan sebagai sarana mengirim berita mengenai bencana gempa dan tsunami. Lukman berharap, media center itu dapat memaksimalkan proses evakuasi korban dan  penanganan korban selamat serta penyaluran bantuan ke seluruh titik pengungsian di daerah-daerah terdampak bencana lewat pemberitaan-pemberitaan yang dibuat awak media.

"Kami berharap lewat pemberitaan di media cetak maupun elektronik, penyaluran bantuan dan penanganan korban dapat kami lakukan semaksimal mungkin, bersama relawan dari lembaga kemanusiaan lainnya," ujar Lukman.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA