Minggu, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Minggu, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Lazismu Komitmen Lanjutkan Ekspedisi Zakat di Maluku

Jumat 14 September 2018 17:57 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Gita Amanda

Ekspedisi Zakat

Ekspedisi Zakat

Foto: Republika/Amri Amrullah
Menyejahterakan warga di Kepulauan Maluku merupakan proyek jangka panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, SAPARUA -- Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) menyatakan komitmennya melanjutkan Ekspedisi Zakat ke empat di Kepulauan Maluku. Komitmen Lazismu ini setelah melihat progres Ekspedisi Zakat ke tiga yang cukup baik, dan kondisi warga penerima manfaat program ini yang sangat membutuhkan.

Direktur Utama Lazismu Pusat, Hilman Latief mengatakan tentu Lazismu berharap program ini bisa ditindaklanjuti. Karena jumlah warga di Kepulauan Maluku yang sangat membutuhkan kesejahteraan cukup besar. Apalagi sebagian besar wilayah di Kepulauan Maluku masuk dalam program prioritas pemerintah yang disebut 3T (tertinggal, terpencil dan terbelakang).

"Sebetulnya kami sedang mempersiapkan untuk Ekspedisi Zakat selanjutnya. Ekspedisi Zakat di Maluku dari pertama hingga ke tiga resmi ditutup, hasil kerjasama dengan Baznas. Program yang dijalankan sendiri Lazismu, Insha Allah dalam waktu dekat," ujar Hilman Latief usai menutup kegiatan Ekspedisi Zakat ke tiga di Desa Kulur, Pulau Saparua, Jumat (14/9).

Dijelaskan Hilman menyejahterakan warga di Kepulauan Maluku yang merupakan wilayah 3T merupakan proyek jangka panjang. Perlu kerja sama dan sinergi banyak pihak untuk menjalankan program ini. Namun bukan berarti Lazismu tidak bisa menjalankan sendiri Ekspedisi Zakat ke empat.

"Kami pun sedang mempersiapkannya. Cuma programnya akan seperti apa akan kita diskusikan lagi," kata Hilman.

Ia mengungkapkan berdasar putusan Muktamar di Makassar 2015, Muhammadiyah berkomitmen untuk terus mengurangi kesenjangan di daerah-daerah pedalman, salah satunya yakni di Maluku. Putusan Muktamar ini, lanjut dia, diterjemahkan Lazismu dengan mengadakan program-program tertentu untuk di daerah 3T.

Selain itu, Hilman juga menegaskan program Ekspedisi Zakat di yang dijalankan di kepualaun Maluku tidak hanya menyasar pada umat islam. Namun bantuan juga diberikan kepada masyarakat non muslim di Maluku seperti, bantuan solar panel kepada dua Gereja yang berada di Pulau Haruku dan Pulau Seram.

Project Manager Ekspedisi Zakat untuk Maluku, Mahli Zainuddin menyampaikan, program ini terselenggara atas kerjasama Lazismu dengan Badan Zakat Nasional (Baznas). Program ini memberikan layanan pengobatan gratis, pembagian sembako hingga sunatan massal. Untuk Ekspedisi periode ketiga ini pulau yang dikunjungi sejak April 2018 adalah Pulau Seram, Pulau Haruku dan Pulau Saparua.

Ekspedisi Zakat ke tiga ini dimulai sejak April 2018 dengan mengunjungi pulau Seram dan Haruku pada Juli 2018 lalu, dan ditutup di pulau Saparua pada 14 September 2018. "Kegiatan yang diselenggarakan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, sunat massal, dan juga penyerahan sembako paket merdeka. Selain itu, juga telah dilakukan pemberdayaan nelayan, dan penyerahan solar cell untuk rumah ibadah di Desa Kulur," ungkap Mahli.

Hadir dalam acara penutupan Ekspedisi Zakat ketiga di Desa Kulur, Pulau Saparua Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku, Abdul Haji Latua, Sekretaris Lazismu Pusat, Mahli Zainuddin, Pendeta Gereja Eben Haezer Nus Latumahina dan Komandan Koramil Saparua Suandi Ellis.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES