Sunday, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Sunday, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Baznas Catat Pengumpulan Hewan Kurban Capai Seribu Ekor

Senin 20 August 2018 17:50 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Andi Nur Aminah

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Semangat menunaikan ibadah kurban mengalami peningkatan setiap tahunnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menilai semangat umat Islam dalam menunaikan ibadah kurban mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia.

Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan kelas menengah di Indonesia merupakan golongan muzakki, di mana mereka memiliki kewajiban mengeluarkan zakat. "Kelas menengah itu golongan muzakki, mereka yang membayar zakat sekaligus bisa memiliki kewajiban berkurban," ujarnya di UI Salemba, Senin (20/8).

Menurutnya, pertumbuhan kelas menengah di Indonesia merupakan terbaik di Asia. Di mana akan ada pergeseran 23 persen kelompok mustahik menjadi golongan muzakki. "Sejak 2012 hingga 2020 diperkirakan ada 23 persen penduduk kelas menengah bergeser dari kelompok mustahik naik ke kelompok muzakki. Ini cepat dalam waktu delapan tahun," ucapnya.

Bambang menambahkan kurban mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan keadilan bagi mustadhafin atau orang-orang lemah, rentan dan terpinggirkan. "Pemerintah dan masyarakat perlu meningkatkan perhatian pada kurban terutama dalam kaitannya dengan pemberdayaan ekonomi," jelasnya.

Sementara Deputi Baznas Arifin Purwakananta menambahkan pihaknya menargetkan pengumpulan 2.000 hewan kurban pada tahun ini. Angka ini meningkat empat kali lipat dibandingkan tahun lalu sebesar 500 hewan kurban. "Sekarang sudah terkumpul sekitar seribu hewan kurban. Kami targetkan bisa mencapai 1.700 hewan kurban sampai hari kedua Tasyrik," ucapnya.

Untuk itu, pihaknya terus menggulirkan program kurban seperti pemberdayaan desa, kemudahan berzakat digital, pemberdayaan peternakan dan lain sebagainya. "Kami memberdayakam peternakan sebelum kurban dan dagingnya dibagikan orang desa. Lalu kami juga bekerja sama dengan perusahaan e-commerce untuk bertransaksi hewan kurban," ungkapnya. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES