Sunday, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Sunday, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

In Picture: Wakaf Sumur Hiswana Migas Air Mengalir Deras

Kamis 16 August 2018 19:53 WIB

Red: Mohamad Amin Madani

Global Wakaf ACT DIY membangun sumur air dari pewakif Hiswana Migas DIY di Dusun Plalar, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul – DIY.

Foto: Dok. ACT

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Selain terkenal dengan tempat wisatanya yang mempesona, Kabupaten Gunungkidul ternyata juga menyimpan beragam permasalahan. Salah satu yang menjadi permasalahan tahunan di Kabupaten Gunungkidul adalah masalah kekeringan.

Kekeringan di wilayah Gunungkidul menjadi masalah tahunan dikarenakan wilayahnya yang didominasi perbukitan dan bebatuan kars yang membuat air tidak dapat tertampung di permukaan tanah. Sejak pertengahan tahun 2018 ini setidaknya tercatat 31.607 keluarga di Gunungkidul tengah mengalami kekeringan dan darurat air bersih.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mengungkapkan dari 18 kecamatan sebanyak 13 kecamatan telah dinyatakan darurat kekeringan dan krisis air bersih diantaranya Kecamatan Rongkop, Tepus, Semin, Tanjungsari, Saptosari, Ponjong, Nglipar, Panggang, Semanu, Gedangsari, Ngawen, Girisubo dan Purwosari.

Salah satu kecamatan yang menjadi perhatian tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) ialah Kecamatan Ponjong, secara geografis Kecamatan Ponjong berada di ujung timur Kabupaten Gunungkidul dan sudah berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonogiri – Jawa Tengah.

Tepatnya di Dusun Plalar, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul – DIY, masalah kekeringan dan darurat air bersih telah melanda dusun ini sejak bulan maret lalu, kebanyakan warga setempat memanfaatkan sungai yang jaraknya lebih dari 1 kilometer dari pemukiman dan jalannya terjal demi memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

“ya, mau gimana lagi adanya air sungai, sudah jauh, jalannya naik turun, ya kita manfaatkan untuk keperluan minum ternak dan rumah tangga” ujar Sunar yang merupakan warga setempat ketika diwawancarai tim ACT DIY.

Memang selain air sungai, ada beberapa sumur galian yang dalamnya 10 sampai 15 meter yang airnya tinggal sedikit, sehingga untuk dibagi satu dusun jumlahnya tidak mencukupi, sebagian lagi menggantungkan pengiriman air dari truk tangki oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Melihat permasalahan tersebut, Global Wakaf ACT DIY dalam sebulan terakhir telah menginisasi untuk membangun Wakaf Sumur produktif di Dusun tersebut. Wakaf sumur ini merupakan pembangunan Sumur Dalam yang harapannya dapat memberi manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat di wilayah yang sedang mengalami kelangkaan air.

Pembangunan Wakaf Sumur di Desa Umbulrejo telah dikerjakan sejak selasa (7/8) lalu dan telah dinyatakan selesai sepekan setelahnya, uniknya yang membuat warga bersukacita ialah air mengalir deras ketika mata bor menyentuh tanah di kedalaman 90 meter.

Memang selain air sungai, ada beberapa sumur galian yang dalamnya 10 sampai 15 meter yang airnya tinggal sedikit, sehingga untuk dibagi satu dusun jumlahnya tidak mencukupi, sebagian lagi menggantungkan pengiriman air dari truk tangki oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Melihat permasalahan tersebut, Global Wakaf ACT DIY dalam sebulan terakhir telah menginisasi untuk membangun Wakaf Sumur produktif di Dusun tersebut. Wakaf sumur ini merupakan pembangunan Sumur Dalam yang harapannya dapat memberi manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat di wilayah yang sedang mengalami kelangkaan air.

Pembangunan Wakaf Sumur di Desa Umbulrejo telah dikerjakan sejak selasa (7/8) lalu dan telah dinyatakan selesai sepekan setelahnya, uniknya yang membuat warga bersukacita ialah air mengalir deras ketika mata bor menyentuh tanah di kedalaman 90 meter.

Sewajarnya, air tanah akan keluar ketika sumur bor airnya di pompa dengan mesin diesel atau listrik, atau yang paling tidak beruntung ketika sudah dibor berkali-kali tetapi tidak ditemukan sumber mata air.

Widi selaku koordinator pengebor mengemukakan, berdasarkan pengalamannya kalau air keluar sendiri dari dalam tanah tanpa dibantu pompa air menandakan kalau dibawah tanah tersebut terdapat sumber mata air yang melimpah.

Melihat fenomena tersebut, membuat warga dusun Plalar datang berbondong-bondong untuk menyaksikan kalau di dusunnya ternyata terdapat sumber mata air melimpah.

Dengan senyum gembira Marsino kepala RW dusun setempat menyampaikan rasa syukurnya kepada Global Wakaf ACT “Terima kasih, sudah dibangunkan sumur bor di dusun kami, semoga dengan adanya sumur bor ini kebermanfaatannya dapat dirasakan seluruh warga sini” ujarnya.

Tak lupa keberhasilan pembangunan Wakaf Sumur produktif kali ini adalah berkat dari kepedulian Pewakif Hiswana Migas DIY.

Selain pembangunan wakaf sumur di Desa Umbulrejo ini, Global Wakaf ACT DIY telah membangun sembilan Wakaf Sumur produktif tersebar di area Yogyakarta yang sebagian besar dibangun di Kabupaten Gunungkidul.

Kepala Cabang ACT DIY Agus Budi Hariyadi mengemukakan, akan terus membangun sumur-sumur baru di wilayah-wilayah yang sedang mengalami kekeringan khususnya di Yogyaarta.

“InsyaAllah pembangunan Wakaf Sumur produktif akan terus dilakukan di titik-titik baru yang masih rawan kekeringan, karena kita tahu bahwa sebaik-baik sedekah adalah sedekah air, terima kasih kepada seluruh Pewakif yang telah mempercayakan Global Wakaf ACT dalam

Dengan senyum gembira Marsino kepala RW dusun setempat menyampaikan rasa syukurnya kepada Global Wakaf ACT “Terima kasih, sudah dibangunkan sumur bor di dusun kami, semoga dengan adanya sumur bor ini kebermanfaatannya dapat dirasakan seluruh warga sini” ujarnya.

Tak lupa keberhasilan pembangunan Wakaf Sumur produktif kali ini adalah berkat dari kepedulian Pewakif Hiswana Migas DIY.

Selain pembangunan wakaf sumur di Desa Umbulrejo ini, Global Wakaf ACT DIY telah membangun sembilan Wakaf Sumur produktif tersebar di area Yogyakarta yang sebagian besar dibangun di Kabupaten Gunungkidul.

Kepala Cabang ACT DIY Agus Budi Hariyadi mengemukakan, akan terus membangun sumur-sumur baru di wilayah-wilayah yang sedang mengalami kekeringan khususnya di Yogyaarta.

“InsyaAllah pembangunan Wakaf Sumur produktif akan terus dilakukan di titik-titik baru yang masih rawan kekeringan, karena kita tahu bahwa sebaik-baik sedekah adalah sedekah air, terima kasih kepada seluruh Pewakif yang telah mempercayakan Global Wakaf ACT dalam ikhtiarnya menanggulangi kekeringan di D.I Yogyakarta” tandasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES