Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Anjing Pelacak akan Didatangkan Bantu Evakuasi Korban Gempa

Rabu 08 Aug 2018 23:03 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

 Tim relawan berhasil mengevakuasi satu jenazah dari reruntuhan Masjid Jamiul Jamaah yang terletak di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Lombok Utara.

Tim relawan berhasil mengevakuasi satu jenazah dari reruntuhan Masjid Jamiul Jamaah yang terletak di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Lombok Utara.

Foto: ACT
Bantuan tim K-9 ini merupakan hasil kerja sama antara ACT dan Asia Pacific Alliance.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK UTARA - Tim relawan berhasil mengevakuasi satu jenazah dari reruntuhan Masjid Jamiul Jamaah yang terletak di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Lombok Utara. Menurut laporan Tim Emergency Response ACT, korban jiwa adalah seorang perempuan yang telah lanjut usia.

“Jenazah sudah ditemukan pagi tadi dan langsung dibawa dengan ambulans ACT,” ujar  Fathul Azim, relawan Aksi Cepat Tanggap di lokasi kejadian, Rabu (8/8).

Selanjutnya, untuk memaksimalkan pencarian di bawah reruntuhan, pada Kamis (9/8) akan didatangkan anjing pelacak dari Jepang. Bantuan tim K-9 ini merupakan hasil kerja sama antara ACT dan Asia Pacific Alliance. Anjing pelacak akan diperbantukan untuk melakukan penyelamatan korban yang masih tertimbun di bawah bangunan.

photo
Tim relawan berhasil mengevakuasi satu jenazah dari reruntuhan Masjid Jamiul Jamaah yang terletak di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Lombok Utara.
“Tiga ekor K-9 akan didatangkan untuk membantu kegiatan di sini (Lombok Utara),” kata Iman Firmansyah selaku Executive Director Asia Pacific Alliance Indonesia, Rabu (8/8).

Hingga kini, tim relawan gabungan yang terdiri dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) -ACT, Badan SAR Nasional, TNI, Polri dan berbagai lembaga lain masih melakukan pencarian korban yang tertimbun reruntuhan Masjid Jamiul Jamaah. Diperkirakan ada empat orang lagi yang masih tertimpa bangunan dua lantai ini.

Pencarian sempat dihentikan pada Selasa (7/8) petang karena kondisi yang tidak memungkinkan. “Penerangan dan peralatan yang minim, sehingga saat magrib kami hentikan sementara pencarian,” kata Lukman Solehuddin dari Tim Emergency Response ACT di Lombok Utara, Rabu (8/8).

Masjid Jamiul Jamaah ini letaknya tak jauh dari juara dunia lari 100 meter, Lalu Muhammad Zohri. Kini, kokohnya tempat ibadah ini telah hilang, hancur tembok hingga ke pondasi dan hanya menyisakan timbunan beton dan kubah utama berwarna hijau yang masih terlihat utuh.

Bangunan dua lantai ini diduga menimbun puluhan orang yang sedang melaksanakan salat ketika gempa terjadi pada Ahad (5/8) lalu. Beberapa orang selamat. Namun tidak sedikit orang yang meninggal tertimpa reruntuhan masjid yang hingga kini masih diperkirakan ada beberapa yang masih belum dapat dievakuasi dari timbunan. Perkiraan masih ada empat orang yang masih tertimbun.

sumber : ACT
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA