Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Baznas Berdayakan Petani Mustahik di Kabupaten Berau

Jumat 09 Maret 2018 08:42 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Gita Amanda

Petani memanen padi. (ilustrasi).

Petani memanen padi. (ilustrasi).

Foto: ANTARA
Para petani dibantu menanam padi organik untuk meningkatkan pendapatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BERAU -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bank Indonesia (BI) Kalimantan Timur dan Dinas Pertanian Kabupaten Berau membantu para petani mustahik di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Para petani tersebut dibantu menanam padi organik untuk meningkatkan pendapatan para mustahik dari kalangan petani.

"Tanam perdana padi organik telah dimulai sejak November 2017, ini merupakan tindak lanjut dari program pemberdayaan petani yang sudah dilakukan Baznas Kabupaten Berau sejak tahun 2008," kata Anggota Baznas, Emmy Hamidiyah saat menghadiri panen raya di Desa Labanan, Kecamatan Telukbayur, Kabupaten Berau, Kamis (8/3) lalu.

Emmy mengatakan, program pemberdayaan petani melibatkan puluhan petani dengan lahan sawah seluas 60 hektare. Para petani yang diberdayakan diarahkan dan didampingi untuk menanam padi organik yang memiliki keunggulan dibanding padi biasa.

Keunggulannya biaya operasional lebih rendah dan hasil produksi padi lebih tinggi. Produksinya sekitar tujuh sampai delapan ton gabah per hektare. Padahal sebelumnya petani hanya mampu memproduksi empat sampai lima ton gabah per hektare. Selain itu harga jual beras organik juga lebih tinggi, harganya Rp 15 ribu per kilogram.

"(Program pemberdayaan petani) ini didukung oleh BI Provinsi Kalimantan Timur, dengan memberikan dana pelatihan untuk 100 orang petani," ujarnya.

Sementara, Dinas Pertanian Kabupaten Berau mendukung program dengan memberikan pendampingan dan penyuluhan ke para petani yang dibantu Baznas. Baznas menginformasikan, panen raya padi organik tahap pertama dilakukan pada Kamis. Para petani memanen lahan seluas lima hektare. Rencananya, lahan sawah juga akan diperluas lagi menjadi 10 sampai 20 hektare.

Emmy mengungkapkan, ada kendala untuk melakukan perluasan program pemberdayaan petani. Kendalanya keterbatasan sumber pupuk organik dari kotoran sapi. Maka ke depan Baznas akan memberikan sapi kepada para petani. Kandang sapinya disediakan oleh BI Provinsi Kalimantan Timur.

"Dengan pengembangan program ini, penghasilan petani diharapkan akan meningkat, selain dari hasil usaha padi juga dari hasil ternak sapinya," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA