Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Baznas Latih Kompetensi Amil Zakat di UPZ BUMN

Rabu 28 Februari 2018 11:07 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Dwi Murdaningsih

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar pelatihan amil zakat untuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ).

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar pelatihan amil zakat untuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ).

Foto: baznas
Potensi zakat lebih dari Rp 200 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar pelatihan amil zakat untuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gresik, Jawa Timur pada 26-27 Februari 2018. Tujuan melatih amil zakat UPZ BUMN untuk mendorong peningkatan kompetensi amil supaya mampu mengelola zakat dengan amanah, profesional dan tangguh.

"Baznas mengadakan pelatihan ini dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas amil bagi pengurus UPZ di lingkungan BUMN," kata Deputi Baznas, Arifin Purwakananta melalui keterangan tertulis kepada Republika.co.id, Rabu (28/2).

photo

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar pelatihan amil zakat untuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) BUMN.

Arifin mengatakan, Baznas akan selalu mengupayakan agar seluruh pendistribusian yang disalurkan kepada asnaf zakat dapat dipertanggungjawabkan, transparan, merata dan akuntabel di mata masyarakat. Oleh karena itu Baznas menggelar pelatihan amil zakat untuk UPZ.

Pelatihan amil zakat telah mengikuti standar kompetensi yang disiapkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSF) Baznas. Sebanyak sepuluh UPZ BUMN dan anak perusahaan PT Semen Indonesia dengan total peserta 148 orang mengikuti pelatihan amil zakat.

"Melalui zakat ingin memberdayakan para mustahik dengan bekal ilmu dalam meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan kehidupan supaya dapat menjadi muzaki, melalui zakat banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menolong sesama," ujarnya.

Direktur SDM PT Semen Indonesia, Agung Yunanto mengatakan, pelatihan amil zakat UPZ BUMN untuk meningkatkan kompetensi pengelolaan zakat di BUMN. Seperti diketahui, potensi zakat lebih dari Rp 200 triliun. Sehingga pelatihan ini mempersiapkan pengelolaan dana zakat yang besar.

Ia menegaskan, lembaga zakat juga harus profesional dan kredibel dalam penghimpunan dan pengelolaan dana zakat. "Pelatihan ini dilakukan untuk memastikan agar amil zakat memiliki standar yang sama dalam bekerja," ujarnya.

Pelatihan amil zakat UPZ juga bertujuan agar pekerjaan yang dilakukan amil bisa dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel. Serta mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah dipersyaratkan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA