Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Yayasan Manakarra Bangun BIS di Mamuju

Kamis 22 Februari 2018 02:08 WIB

Red: Agung Sasongko

Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (ilustrasi).

Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (ilustrasi).

Foto: Antara/ Wahyu Putro A
Yayasan Manakarra sangat mengapresiasi untuk memajukan dunia pendidikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yayasan Manakarra Kabupaten Mamuju bekerja sama dengan Yayasan Ibnu Abbas Jakarta membangun 'Buahati Islamic School' (BIS) di daerah ibu kota Provinsi Sulawesi Barat itu.

Peletakan batu pertama pembangunan BIS Cabang Mamuju itu dilakukan Ketua Yayasan Manakarra Suhardi Duka dan dihadiri Kapolda Sulbar, dan unsur pejabat pemerintah dan DPRD Kabupaten Mamuju, di Mamuju, Rabu (21/2).

Suhardi Duka yang juga mantan Bupati Mamuju dua periode ini mengatakan keberadaan BIS merupakan sekolah yang menerapkan pola pembelajaran yang Islami dan menyenangkan.

"Yayasan Manakarra sangat mengapresiasi untuk memajukan dunia pendidikan. Di dalamnya ada 'character building' (pembentukan karakter) untuk mengembangkan kepribadian melalui pembiasaan ibadah dan perilaku positif," ujarnya.

Menurut dia, banyak pejabat saat ini yang menguasai segalanya, tetapi juga tergelincir akibat persoalan yang menderanya karena masih ada yang kurang dalam dirinya.

"Selain profesionalime, diri kita harus dibentengi akhlak dan agama, sehingga BIS ini dibangun agar mampu menjawab tantangan zaman dewasa ini," ujar Ketua DPW Partai Demokrat Sulbar ini.

Ia menjelaskan pembangunan BIS di lahan seluas 1,7 hektar itu terdapat sekolah setingkat TK, SD, SMP dan SMA.

"Dengan banyaknya sekolah swasta di Mamuju menandakan daerah ini maju karena mampu berdiri sendiri tanpa ada lagi bantuan pemerintah. Ini yang kita harapkan bisa lahir generasi cerdas, berkarakter, propesionalisme dan berakhlak," katanya.

Direktur Buahati Islamic School Dr Pardan Prasetyo, MPd, MM mengatakan BIS akan mengembangkan bakat serta kemampuan murid dengan sistem pembelajaran berorientasi pada "student active learning".

"Kompetensi diniyah dan kepribadian, dan meraih kompetensi akademik serta kompetensi life skill akan diasah di sekolah ini, dan diharapkan civitas akademika dapat bersama menggapai visi yang telah diikrarkan secara bersama, yaitu menjadi model sekolah Islam," ujarnya.

Ia menambahkan BIS ini juga menyiapkan peserta didik beradaptasi dengan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Seniman Sunda Pukau Warga Inggris

Selasa , 19 Juni 2018, 22:55 WIB