Wednesday, 9 Muharram 1440 / 19 September 2018

Wednesday, 9 Muharram 1440 / 19 September 2018

Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Program Disabilitas

Senin 08 January 2018 03:00 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Dwi Murdaningsih

Tim Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa menyerahkan donasi berupa mesin jahit untuk Sajum.

Tim Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa menyerahkan donasi berupa mesin jahit untuk Sajum.

Foto: dompet dhuafa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa menyerahkan donasi berupa mesin jahit dari program disabilitas dan dekorasi kios. Mesin jahit tersebut diberikan kepada Sajum (76 tahun) yang kehilangan kaki kirinya akibat kecelakaan 35 tahun yang lalu.

"Setelah kecelakaan saya sering dihina, katanya saya tidak bisa apa-apa," kata Sajum melalui keterangan tertulis kepada Republika.co.id, Ahad (7/1).

Sajum tinggal di sebuah gang dekat Pasar Lama Tangerang, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Dengan keterbatasan fisiknya, menjahit menjadi pilihan terbaik baginya untuk tetap bisa bekerja demi mengais rezeki. Ketika LPM Dompet Dhuafa memberinya mesin jahit baru, Sajum langsung duduk dan mencoba mesin jahit barunya.

Sebelumnya, Sajum pernah bekerja sebagai pendayung perahu di sungai, petugas parkir jalanan dan menjadi pedagang asongan. Uang hasil kerja kerasnya dikumpulkan sedikit demi sedikit untuk modal belajar menjahit. Bahkan, Sajum menjual gerobak dagangannya untuk modal membeli mesin jahit bekas.

Dompet Dhuafa menyampaikan, Sajum menaruh banyak harapan di ruang kerjanya yang hanya berukuran dua kali satu meter dengan tinggi 2,5 meter. Uniknya, Sajum tidak mau memaksa atau menagih bila ada pelanggan yang belum membayar ongkos jahitnya.

"Mungkin lupa atau belum ada uang, yang penting hubungan baik tetap dijaga, soal rezeki Allah sudah mengaturnya," ujarnya.

Meski Sajum sudah sangat tua, masih punya semangat untuk menjalani dan menikmati hidup. Bahkan kondisi fisiknya meski tidak lagi bugar, tidak melemahkan perjuangannya melanjutkan hidup. "Saya tidak mau hidup hanya sekedar menengadahkan tangan saja. Saya bisa, saya mau kita harus bermanfaat untuk sekitar," ujar dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES