Thursday, 24 Syawwal 1440 / 27 June 2019

Thursday, 24 Syawwal 1440 / 27 June 2019

Targetkan Zakat Rp 10 Triliun, Baznas Siap Kurangi 1 Persen Kemiskinan

Kamis 28 Apr 2016 17:10 WIB

Rep: C23/ Red: Achmad Syalaby

 Petugas sedang melayani pembayar zakat di kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Jakarta,

Petugas sedang melayani pembayar zakat di kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Jakarta,

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tengah mencanangkan target penghimpunan zakat Rp 10 triliun dari seluruh muzakki (wajib zakat) Indonesia pada 2020 mendatang. Dana tersebut, nantinya, akan dimanfaatkan untuk dimanfaatkan Baznas untuk mendorong pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Direktur Amil Zakat Nasional Arifin Purwakananta mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki Baznas, potensi penghimpunan zakat dari para muzaki di seluruh Indonesia, bisa mencapai Rp 217 triliun per tahun. Namun, saat ini, lanjutnya, Baznas hanya dapat menjaring dana Rp 5 triliun.

Karena itu, Baznas, kata dia, akan berupaya untuk mencapai target pengumpulan zakat Rp 10 triliun. "Sebab, kalau angka (10 triliun) ini bisa dicapai dan didistribusikan, kami memimpikan dapat mengentaskan satu persen kemiskinan di Indonesia," ungkap Arifin seusai melakukan kunjungan ke kantor Republika di Jakarta, Kamis (28/4).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lanjut Arifin, saat ini penduduk miskin di Indonesia mencapai 28 juta orang. "Jadi artinya, mimpi kita adalah bisa membebaskan 280 ribu (satu persen dari 28 juta) warga dari kemiskinan setiap tahunnya," ucapnya.

Oleh karena itu, Baznas akan berusaha mengoptimalkan penghimpunan zakat dari potensi muzaki di seluruh Indonesia. Sebab, Arifin menilai, saat ini zakat dari para muzaki masih tercecer dan belum disalurkan ke Baznas atau Laznas.

Ia berharap para muzaki, dapat menyalurkan zakatnya ke Baznas atau Laznas yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan demikian, dana mereka, dapat menunjang misi Baznas mengentaskan kemiskinan. "Jadi (zakat) tidak hanya sekadar untuk konsumsi atau pemberian biasa saja, yang kurang berdampak signifikan kepada umat," ujar Arifin. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA