Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Baznas Purbalingga Salurkan Zakat Rp 225 Juta

Rabu 24 Jun 2015 00:05 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas sedang melayani pembayar zakat di Baznas, Jakarta, Rabu (1/4).

Petugas sedang melayani pembayar zakat di Baznas, Jakarta, Rabu (1/4).

Foto: Republika/ Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -– Badan Amil zakat Dan  Shodaqoh ( baznas ) Kabupaten Purbalingga salurkan zakat, infak serta shodaqoh dengan jumlah yang cukup besar. Jumlah zakat yang disalurkan tersebut berjumlah Rp 225.000.000. Dana ini disalurkan pada dua kategori penerima, yaitu  zakat miskin dan zakat sabilillah (berjuang di jalan Allah).

"Untuk zakat miskin diberikan kepada 494 guru ngaji/TPQ se-Kabupaten Purbalingga, kaum dhuafa serta lingkungan. Sedangkan zakat sabilillah diberikan untuk petugas masjid di 18 kecamatan masing-masing  kecamatan 10 orang," kata Ketua Bidang Pengumpulan Zakat Baznas Kabupaten Purbalingga Sukarno Prasojo, saat mengikuti tarawih keliling (tarling) (Pemkab) Purbalingga dan penyaluran zakat Baznas di Masjid Al Fajar Desa Makam Kecamatan Rembang, Senin (22/6) malam.

Sukarno menyebutkan, dengan dana Zakat tersebut, Baznas memberikan  zakat miskin pada guru ngaji masing-masing sebesar Rp 250.000.  Dengan jumlah guru ngaji sebanyak 494 orang, maka total zakat disalurkan mencapai Rp 123 juta. Kemudian disalurkan untuk kaum dhuafa sebesar Rp 30 juta dan lingkungan Rp 3,5 juta.

Sedangkan zakat sabilillah diberikan bagi petugas masjid di 18 kecamatan. Masing-masing kecamatan dipilih sebanyak 10 orang. Setiap orang mendapatkan dana zakat sebesar Rp 250 ribu sehingga total jumlah zakat yang disalurkan sebesar Rp 45 juta. Kemudian untuk infaq sebesar Rp 8 juta, shodaqoh berupa kegiatan keagamaan di bulan ramadhan serta sosialisasi Baznas sebesar Rp 3,75 juta dan cadangan penyaluran juga operasional tarling Rp 7,25 juta," jelasnya.

Sukarno menandaskan, bahwa zakat yang terkumpul Baznas merupkan zakat yang diperoleh dari masyarakat baik berupa zakat penghasilan maupun zakat maal. "Zakat yang diterima Baznas ada yang sudah dalam bentuk kolektif seperti zakat yang diambilkan dari gaji PNS, tapi ada jua yang merupakan penyaluran zakat perorangan," katanya.

Sedangkan untuk penerimaan zakat maal, dihimpun dari pengelola atau unit pengelola zakat yang ada di lembaga-lembaga pemerintah seperti lembaga  pendidikan, setda dan SKPD.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA