Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Umrah tak Terpengaruh MERS

Rabu 07 May 2014 00:01 WIB

Rep: c64/c66/c78/ Red: Damanhuri Zuhri

Umrah (ilustrasi)

Umrah (ilustrasi)

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Esthi Maharani

JAKARTA — Terus meningkatnya kasus sindrom pernapasan virus corona Timur Tengah (middle east respiratory syndrome corona virus/MERS-CoV) di Arab Saudi tak membuat calon jamaah umrah Indonesia risau.

Para calon jamaah umrah tetap bersemangat untuk berangkat ke Tanah Suci dan mempersiapkan segala kemungkinan yang bisa terjadi.

“Belum ada laporan jamaah umrah membatalkan rencananya. Tapi, kami imbau agar mereka terus melakukan pencegahan, misal dengan memakai masker,” kata Direktur Jenderal Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu, di Jakarta, Jumat (2/5).

Penegasan yang sama disampaikan ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Mohammad Rinto Rahardjo.

Menurut dia, sejauh ini, belum ada pengaruh apa pun terhadap calon jamaah haji dan umrah terkait penyebaran virus flu arab. “Tidak ada jamaah yang me nunda atau membatalkan keberangkatannya ke Tanah Suci,” ungkapnya.

Yang terjadi, sambung Rinto, kebalikannya. Para calon jamaah sedang berebut kuota haji dan kuota visa umrah.

Pada 5 Mei 2014, Amphuri akan memberangkatkan 36 jamaah umrah. Dari jumlah itu, tak ada seorang pun yang membatalkan rencana keberangkatannya.

Rinto menyebutkan, virus MERS-CoV tidak hanya menyebar di Arab Saudi, melainkan juga di berbagai negara lainnya, seperti Yordania, Uni Emirat Arab, Qatar, Inggris, Jerman, Prancis, dan Italia.

“Saya perhatikan, jamaah umrah dari negara-negara Eropa juga tidak ada yang gentar,” kata Rinto yang juga Managing Director Arofah Travel Mandiri.

Komisaris Travel Tunas Imani Yati Rohayati mengatakan, kendati tidak ada sinyal adanya rasa was-was dari para calon jamaah umrah, namun biro perjalanan sudah melakukan antisipasi dengan mengimbau jamaah agar menjaga kesehatan dan kebersihan selama di Tanah Suci.

“Kebanyakan jamaah kan terlalu semangat karena mereka bahagia bisa ke Tanah Suci, lalu kelelahan. Nah, hal-hal ini yang bisa memicu virus menyerang,” katanya.

Untuk lebih berjaga-jaga, sesampainya di Arab Saudi, rombongan umrah tidak akan melakukan kunjungan ke peternakan unta sebagaimana biasanya.

Nano Sukatno, salah satu calon jamaah umrah dari Bogor, Jawa Barat, menegaskan, informasi mengenai penyakit flu Arab tidak mengurangi semangatnya untuk menunaikan ibadah umrah. “Biasa-biasa saja, nggak ada masalah,” ujar Nano.

Menurut Nano, ada atau tidak ada penyakit flu Arab, para calon jamaah umrah sudah diimunisasi dengan vaksin antivirus sebagai langkah pencegahan.

Para jamaah juga sangat memperhatikan imbauan dan petunjuk biro perjalanan untuk menjaga kesehatan, makan dan istirahat yang teratur, serta menghindari orang yang batuk atau bersin-bersin.

Nano yang berencana berangkat bersama istrinya juga sudah menyiapkan masker untuk mencegah serangan flu Arab. “MERSCoV tidak akan menyurutkan niat kami umrah,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Nurseha, calon jamaah umrah asal Bekasi. “Pasrah saja. Insya Allah tidak apa-apa. Lagi pula, sebelum berangkat ke Arab kita disuntik vaksin dulu dari pemerintah, jadi tak masalah,” katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA