Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Kualitas Pemondokan Haji Meningkat (2-habis)

Selasa 29 Apr 2014 12:49 WIB

Red: Damanhuri Zuhri

Pemondokan jamaah haji di Sektor VI wilayah Jarwal berjarak 1.000 meter dari Masjidil Haram.

Pemondokan jamaah haji di Sektor VI wilayah Jarwal berjarak 1.000 meter dari Masjidil Haram.

Foto: Heri Ruslan/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Mohammad Akbar

Pemerintah menyediakan bus antar-jemput.

Meski demikian, Mahrus sepakat agar setiap tahunnya selalu ada perbaikan dan peningkatan pelayanan haji kepada para jamaah.

Untuk penginapan, ia sangat sepakat agar diberikan pelayanan sekelas hotel. ''Ini menjadi bentuk pelayanan terbaik bagi para Tamu Allah SWT,'' ujarnya.

Belum adanya koordinasi tempat penginapan antara pemerintah dan DPR ini ternyata menjadi pertanyaan besar bagi Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI).

Ketua KPHI, KH Slamet Effendy Yusuf, mengatakan, rencana pemerintah itu hanya bentuk bluffing (gertakan) yang dinilainya tidak perlu.

Bahkan, menurutnya, standar hotel itu sesungguhnya bukan hal yang baru. “Karena, sebagian yang disewa kemarin itu kan juga sudah berupa hotel,'' kata dia.

Bagi Slamet, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah bagaimana menyiapkan sarana transportasi bagi para jamaah. Ia menilai, jauh atau dekatnya akses jamaah menuju Masjidil Haram bukan lagi persoalan utama.

Namun, konsekuensinya, ia meminta agar pemerintah dapat menyediakan dan memfasilitasi bus bisa selalu tersedia buat jamaah haji Indonesia. Kendaraan itu mesti sedia 24 jam.

Selain itu, penting menyiagakan pembimbing. Dan jangan lupa, di tiap pemondokan harus tersedia ruang khusus kesehatan. ''Jadi, jangan hanya bluffing yang akhirnya malah menimbulkan polemik dengan DPR.''

Sementara itu, Sri menjelaskan, ketersediaan transportasi jemputan itu tidak akan bisa dilakukan saat lima hari menjelang dan sesudah waktu wukuf. Kebijakan ini, kata dia, sudah berlaku sejak lama, bahkan di Arab Saudi sendiri.

Untuk menyiasati hal tersebut, Sri telah menyiapkan hotel yang memiliki fasilitas tempat ibadah untuk berjamaah.

Jadi, jika ada jamaah yang tetap ingin beribadah ke Masjidil Haram, hal itu bisa dilakukan secara mandiri karena H-5 dan H+5 itu tidak akan ada transportasi.

Sri juga sempat menyinggung perubahan jarak dan peningkatan pelayanan penginapan ini hanya berlaku di daerah Makkah. Untuk di Madinah dan Jeddah, hampir semuanya menggunakan layanan hotel.

Lalu untuk jarak Masjid Nabawi ke tempat penginapan tidak mengalami perubahan. Masih tetap sama seperti tahun lalu, yakni hanya 650 meter dari Masjid Nabawi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA