Saturday, 20 Syawwal 1443 / 21 May 2022

Jumlah Jamaah Wafat Diprediksi Menurun

Ahad 28 Oct 2012 16:09 WIB

Rep: Endah Hapsari/ Red: Dewi Mardiani

Jamaah haji yang sakit sedang dirawat di BPHI Arafah.

Jamaah haji yang sakit sedang dirawat di BPHI Arafah.

Foto: Heri Ruslan/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, MINA -- Untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, diperkirakan jumlah jamaah yang wafat di Tanah Suci menurun. Hal ini diungkapkan oleh dokter Tjetjep Ali Akbar, Kepala Seksi Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah, Ahad (28/10).

Menurut dia, prediksi itu dilihat dari angka jamaah wafat yang menjelang akhir masa Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina) yang lebih rendah ketimbang angka tahun lalu. ‘’Melihat situasi saat ini, prediksi tersebut bisa saja terjadi,’’ ujar Tjetjep.

Dari data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), jumlah jamaah wafat di Tanah Suci menginjak pada hari ke-37 atau Sabtu (27/10) pukul 19.00 waktu Arab Saudi (WAS), penyelenggaraan ibadah haji mencapai 144 orang. Bandingkan dengan angka 151 pada penyelenggaraan haji 2011 dan jumlah 288 pada haji 2010 untuk periode waktu yang sama.

Tjetjep menilai hal ini terjadi karena berbagai persiapan yang lebih matang untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Misalnya, untuk ibadah melontar jumrah, tiap maktab telah menyiapkan aturan sendiri sehingga prosesi tersebut berlangsung lebih teratur, termasuk juga menghindari saat-saat terpadat jamaah melontar jumrah.

Selain itu, Tjetjep juga menyebutkan pemeriksaan kesehatan yang lebih intensif juga turut mendukung kemungkinan penurunan jumlah jamaah wafat di Tanah Suci. ‘’Selain penyuluhan kesehatan yang terus menerus, adanya pemeriksaan kesehatan sekitar enam bulan sebelum keberangkatan jamaah juga turut membantu,’’ kata Tjetjep.

Selama berada di Mina sendiri, tercatat hingga Sabtu (27/10), ada sekitar  400-an orang yang menjalani perawatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Mina. Sebagian besar pasien, kata Tjetjep, menderita gangguan kesehatan karena kekurangan cairan alias dehidrasi atau menderita penyakit kronis degeneratif seperti asma, hipertensi, hingga diabetes.

Untuk pasien dengan kondisi lebih gawat, mereka akan dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi atau dibawa ke BPHI Makkah. Banyaknya jamaah yang jatuh sakit saat berada di Mina membuat pihak BPHI Mina harus menambah ruang perawatan. Dalam ruang tambahan itu dikerahkan sekitar 10 ranjang perawatan baru sehingga total tempat tidur yang tersedia sekitar 55 ranjang.

Tjetjep menilai sejauh ini pasokan obat-obatan cukup aman. ‘’Bila kurang, kami akan menambah pasokan dari BPHI Makkah. Tapi untuk sementara ini cukup,’’ ujarnya tegas.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA