Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Mungkinkah Berguru kepada Penghuni Alam Lain? (2)

Rabu 23 May 2012 19:36 WIB

Red: Chairul Akhmad

Ilustrasi

Ilustrasi

Foto: Blogspot.com

Oleh: Prof Dr Nasaruddin Umar

Umumnya mereka sudah berada di atas maqam yang lebih tinggi atau di atas rata-rata. Ternyata alam gaib bagi setiap orang tidak sama.

Ada yang masih tebal dan ada yang sudah transparan (mukasyafah). Bagi mereka yang sudah berada di tingkat mukasyafah, sudah bisa berkomunikasi lintas alam.

Mereka seperti hidup di alam yang bebas dimensi, tidak lagi terikat dengan ruang dan waktu. Mereka bisa berkomunikasi interaktif dengan makhluk dan para penghuni alam lain, baik di alam malakut, alam jabarut, maupun alam barzakh lainnya.

Sulit mengatakan apa yang diungkapkan dalam kitab Jami’ Karamat Al-Auliya’ itu mitos atau bohong.

Sebab, Allah dalam sejumlah ayat ditambah hadis-hadis Rasulullah menekankan adanya kemungkinan hamba-hamba Tuhan yang memiliki kemampuan untuk mengakses apa yang disebut William C Chittick sebagai The Imaginal Worlds. Menurut istilah Imam Al-Ghazali, itu disebut sebagai alam hayal atau alam mitsal, seperti istilah Ibnu Arabi.

Dari sisi ini, muncul pernyataan bahwa alangkah miskinnya seorang murid jika gurunya hanya orang-orang hidup atau hanya manusia biasa. Bahkan, Chittick, pengagum Ibnu Arabi, menemukan bukti-bukti dalam kita Futuhat Al-Makkiyah (4 jilid) karya Ibnu Arabi mengatakan, the person with whom he met had lived many thousands of years before. (Orang yang pernah dijumpai (Ibnu Arabi) hidup ribuan tahun silam).

Singkat cerita, Ibnu Arabi pernah menjumpai seseorang yang memperkenalkan diri telah hidup 400.000 tahun. Ibnu Arabi mengatakan, bagaimana mungkin, Nabi Adam saja belum hidup ketika itu. Lalu orang itu mengatakan, Adam yang mana, sambil mengingatkannya pada hadis Nabi Muhammad, “Innallaha khalaqa miata alaf Adam” (Sesungguhnya Allah telah menciptakan 100.000 Adam). (Lihat Futuhat, jilid III, h. 459).
  
Orang-orang yang memiliki batin bersih setelah menempuh suluk, mujahadah, dan riyadhah, maka sangat berpeluang bisa menjalin komunikasi interaktif dengan para penghuni alam-alam lain. Termasuk kemampuan berkomunikasi atau belajar dari arwah para auliya dan arwah kekasih Tuhan lainnya.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA