Minggu, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Minggu, 13 Muharram 1440 / 23 September 2018

Rumah Zakat Hadiri Konferensi Internasional di Roma

Jumat 14 September 2018 18:40 WIB

Red: Gita Amanda

Rumah Zakat hadir di acara 6th International Conference on Sustainable Development 2018 (ICSD) di Roma Eventi, Piazza della Pilotta, 4 Roma, Italia.

Rumah Zakat hadir di acara 6th International Conference on Sustainable Development 2018 (ICSD) di Roma Eventi, Piazza della Pilotta, 4 Roma, Italia.

Foto: Rumah Zakat
Rumah Zakat memaparkan program Desa Berdaya kepada dunia internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Rumah Zakat hadir di acara 6th International Conference on Sustainable Development 2018 (ICSD) di Roma Eventi, Piazza della Pilotta, 4 Roma, Italia. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh European Center of Sustainable Development pada 12-13 September 2018.

Dalam konferensi internasional tersebut, Rumah Zakat mempresentasikan paper dengan judul “Integrated Community Development to Alleviate Poverty and Social Problems: Case Study of Desa Berdaya (Empowered Village) Rumah Zakat”. Atau Pengembangan Masyarakat Terpadu untuk Mengentaskan Kemiskinan dan Masalah Sosial: Studi Kasus di Desa Berdaya Rumah Zakat).

Paper tersebut di presentasikan oleh Bagus Aryo selaku Direktur Pusat Kajian Rumah Zakat dihadapan 120 delegasi dari 50 negara. Dalam paparannya, Bagus menjelaskan peran pemberdayaan yang dilakukan melalui intervensi program yang terdiri dari program pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan serta mitigasi bencana memberikan dampak positif terhadap kemajuan masyarakat di Desa Berdaya.

“Pemberdayaan terintegrasi yang dilakukan Rumah Zakat di Desa Berdaya memiliki kontribusi. Salah satunya berdampak terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam goals no poverty, good health and welfare, quality education dan clean water and sanitation,” jelas Bagus seperti dalam siaran persnya, Jumat (14/9).

Sementara itu, Nur Efendi menilai ajang presentasi tersebut menjadi kesempatan baik bagi Rumah Zakat. Hal tersebut bertujuan untuk menunjukan kepada dunia internasional bahwa intervensi yang dilakukan dengan cara yang tepat, bisa memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di desa.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES