Selasa, 4 Zulqaidah 1439 / 17 Juli 2018

Selasa, 4 Zulqaidah 1439 / 17 Juli 2018

Family Gathering Kesehatan Jiwa Ponorogo 2018

Sabtu 07 Juli 2018 13:41 WIB

Red: Ani Nursalikah

Family Gathering Kesehatan Jiwa Ponorogo 2018.

Family Gathering Kesehatan Jiwa Ponorogo 2018.

Foto: Rumah Zakat
Rumah Zakat memberdayakan masyarakat dalam pembangunan kesehatan jiwa.

REPUBLIKA.CO.ID, PONOROGO -- Fasilitator Rumah Zakat di Ponorogo, Amah Hida, kembali dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan family gathering bagi mantan ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa), keluarga pendamping ODGJ, kader kesehatan jiwa, dan petugas penanganan gangguan jiwa se-Kabupaten Ponorogo di Kintamani Waterpark Jeruksing Ponorogo.

Dalam sambutan pembukaannya, Kasi Keswa Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo Anik Setyorini menyampaikan apresiasinya atas sumbangsih fasilitator Rumah Zakat memberdayakan masyarakat menjadi mandiri, termasuk dalam pembangunan kesehatan jiwa. “Kami dari dinas tidak akan mampu mengemban amanah mewujudkan Ponorogo Sehat Jiwa 2018, kecuali atas dukungan dari warga masyarakat yang berdaya dan mandiri. Apalagi dalam pembangunan jiwa manusia, yang kita pahami jauh lebih rumit dibandingkan dengan pembangunan fisik," ujarnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, gathering kali ini digelar dalam dua hari, 3 dan 5 Juli 2018. Dengan pertimbangan aksesibilitas, panitia penyelenggara kembali memilih Kintamani Waterpark sebagai lokasi acara. Untuk gelombang pertama, Selasa, 3 Juli 2018, dihadirkan mantan ODGJ dan pegiat pembangunan kesehatan jiwa (kader dan petugas) dari 11 kecamatan, termasuk wilayah kerja Amah Hida, Kecamatan Sukorejo.

Sedangkan 10 kecamatan lainnya akan hadir pada gelombang kedua. Amah Hida memberikan training motivasi, terutama bagi mantan ODGJ dan keluarga yang mendampingi. “Menurut Bu Dokter Andri, Kepala Poli Kesehatan Jiwa RSUD Dr Hardjono Ponorogo, kita semua tanpa terkecuali punya potensi menderita gangguan jiwa. Dan yang harus kita pahami, gangguan jiwa itu bukan penyakit menular. Jangan berkecil hati apabila pasangan, anak, atau kerabat kita terkena gangguan jiwa. Jangan sungkan meminta bantuan pengobatan dari puskesmas terdekat. Kenali juga Kader Kesehatan Jiwa yang ada di desa panjenengan, minta bantuan agar dapat mengakses pengobatan secepatnya," katanya.

Pada kesempatan itu, tampil pula Agung (21 tahun), mantan ODGJ dari Wates Slahung yang menunjukkan bakatnya dalam menyanyi. “Latihan terus ya, Mas, insya Allah awal Oktober nanti kita kirim menjadi delegasi Ponorogo untuk ikut Jambore Kesehatan Jiwa Propinsi Jawa Timur di Lamongan,” demikian apresiasi dari Anis.

Menjelang zhuhur, kegiatan diakhiri dengan kesepakatan membentuk Komunitas Ponorogo Sehat Jiwa dengan acara pengajian yang dikombinasi dengan anjangsana dan arisan keluarga. Kepada Dinas Kesehatan, Amah Hida menyampaikan terima kasih atas kesempatan berkontribusi dan kerja sama yang dibangun selama ini.

“Sebagai relawan fasilitator Rumah Zakat di Ponorogo, saya bersyukur karena selama ini mendapat dukungan dari dinas dan Pemerintah Kabupaten dalam mewujudkan empat Pilar Program Desa Berdaya. Seperti kegiatan semacam ini di tahun lalu, yang ditindaklanjuti oleh kerja sama kami dengan Bagian Kesehatan Jiwa Puskesmas Sukorejo. Mudah-mudahan, gagasan pembentukan Posyandu Jiwa yang sudah diobrolkan segera terwujud,” ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES