Minggu, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Minggu, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Mohammad Asad: Islam adalah Bangunan yang Sempurna

Jumat 28 Des 2018 05:05 WIB

Red: Agung Sasongko

Alquran

Alquran

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Semua pelajaran dan perbandingan itu telah menanamkan kepuasan dalam hatinya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Mohammad Asad (1900-1992) adalah seorang cendekiawan Muslim ternama di Pakistan. Ia adalah mantan duta besar Pakistan untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan penulis beberapa buku tentang Islam, termasuk salah satu tafsir Alquran modern, yakni The Message of the Qur'an.

Mohammad Asad terlahir pada Juli 1900 dengan nama Leopold Weiss di Kota Lemberg. Waktu itu, Kota Lemberg merupakan bagian dari Kekaisaran Austria-Hongaria (sekarang bernama Lviv dan terletak di Ukraina) dalam lingkungan keluarga Yahudi. Keluarganya secara turun-temurun adalah rabbi (pemuka agama Yahudi), kecuali ayahnya yang menjadi seorang pengacara.

Pendidikan agama yang ia dapat sejak masa kecil hingga muda, menjadikan ia familiar dengan bahasa Arab. Ia juga banyak belajar tentang Kitab Perjanjian Lama serta teks-teks maupun tafsir dari Talmud, Mishna, Gemara, dan Targum.

Pada usia 14 tahun, Mohammad Asad lari dari rumah untuk bergabung dengan tentara Austria dalam Perang Dunia Pertama (PD I). Pada usia 19 tahun, ia meninggalkan studinya di bidang Filsafat dan Sejarah Seni. Kemudian, ia menjadi asisten perintis film, Dr Murnau, dan jenius di bidang teater, Max Reinhardt, di Berlin (Jerman).

Perkenalannya dengan Islam bermula pada tahun 1922, ketika ia menjadi reporter harian Frankfurter Zeitung (sebuah harian terkemuka di Jerman). Profesinya sebagai seorang wartawan mengharuskan ia meninggalkan Tanah Airnya, Austria, untuk melakukan perjalanan ke wilayah Afrika dan Asia. Sejak itu, hampir seluruh waktu ia habiskan di negeri-negeri Timur-Islam sebagai koresponden untuk beberapa harian yang terbit di Eropa.

Sumber : Oase Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA