Selasa, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 Desember 2018

Selasa, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 Desember 2018

Andy: Islam Membebaskanku Layaknya Kupu-Kupu

Rabu 28 Nov 2018 05:30 WIB

Red: Agung Sasongko

Mualaf (ilustrasi)

Mualaf (ilustrasi)

Foto: Onislam.net
Ia berislam melalui proses pencarian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Andy, lahir pada 27 Februari 1989. Ia tumbuh dewasa di sebuah desa kecil di pusat kota Slovakia. Tempat semua orang tahu bahwa setiap penduduknya yang “berbeda”, adalah sebuah masalah.

Ayah dan ibunya adalah seorang penganut Kristen. Kedua orang tuanya seolah “didikte” untuk pilihan yang harus mereka ambil. Begitu pula dengan Andy. Ia dibaptis pula. “Dan aku berpartisipasi dalam ritual ini. Seperti semua orang yang tinggal di sini,” ujarnya.

Di tahun pertama sekolah dasar, orang tua Andy mendaftarkannya di tempat yang mengajarkan banyak tentang pendidikan agama. “Aku tahu sedikit tentang Tuhan,” katanya melanjutkan. Andy ingat bagaimana pertemuan dengan tantenya. Wanita ini, tak mempunyai anak. Sehingga, ia menganggap Andy seperti anak perempuannya sendiri.

Andy menghabiskan banyak waktu dengan tante-nya. Bahkan setiap Ahad, wanita ini membawa Andy kecil ke gereja untuk mendengar khutbah pastor. Aktivitas ini berjalan selama lima tahun. Namun, Andy saat itu hanyalah anak kecil yang lebih fokus untuk bermain bersama teman-teman sebayanya.

“Aku mulai lebih sering pergi ke gereja,” kata Andy mengenang masa kecilnya. Andy mengaku tak mempunyai banyak kenangan indah. “Mungkin ini adalah sebuah pertanda, aku tidak tahu,” katanya.

Andy terus datang ke gereja hingga kelas tujuh saat sekolah dasar. Namun, datangnya ia ke gereja lebih kepada sebuah kebiasaan daripada kebutuhan. Ia mengaku tak suka sesuatu kegiatan yang biasa terjadi setiap selesai khutbah berlangsung.

Banyak ibu yang mempergunjingkan beberapa orang seolah-olah mereka tahu segalanya. Juga anak laki-laki yang merokok dan bergegas pergi ke bar. Tak ada yang bisa Andy lakukan. Ia hanya menanggapi semua itu sebagai bagian dari kemunafikan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika ia beranjak dewasa, muncul keinginan-keinginan baru.

“Aku ingin mencoba hal-hal terlarang, juga,” kata Andy.

Sumber : Oase Republika
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES