Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Perjalanan Syafii Antonio Memeluk Islam (I)

Senin 15 Oct 2018 05:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Anggota Dewan Pakar ICMI Muhammad Syafii Antonio memberikan paparanya saat acara Diskusi Dialektika ICMI di Kantor Pusat ICMI, Jakarta, Rabu (11/7).

Anggota Dewan Pakar ICMI Muhammad Syafii Antonio memberikan paparanya saat acara Diskusi Dialektika ICMI di Kantor Pusat ICMI, Jakarta, Rabu (11/7).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
semua rasul yang diutus Tuhan ke muka bumi mengajarkan risalah yang satu, yaitu Tauhi

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Ratna Ajeng Tejomukti

Syafii Antonio memiliki nama asli Nio Cwan Chung. Dia lahir di Sukabumi, Jawa Barat tepat 12 Mei 1965. Syafii dibesarkan di lingkungan Keluarga Konghucu. Ayahnya merupakan pembesar agama tersebut.

Meski menganut Konghucu, sejak kecil dia akrab dengan Islam karena teman- temannya adalah Muslim taat yang setiap hari selalu mendirikan shalat lima waktu. Karena sering bergaul dengan Muslim dan melihat mereka shalat, dia pun mempelajari tata cara shalat, bahkan melaksanakannya. Meski belum bersyahadat, dia selalu menyempatkan diri untuk shalat lima waktu.

Meski ayahnya pendeta, dia dan keluarga lainnya diberikan kebebasan untuk memilih agama. Saat itu dia memilih memeluk Kristen dan berganti nama menjadi Pilot Sagaran Antonio.

Syafii tidak mendapat larangan dari ayahnya saat berpindah agama menjadi Kristen. Namun, jika keluarganya mendengar dia memeluk Islam, sudah dipastikan sang ayah akan kecewa.

Ini karena ayahnya yang masih berpandangan negatif terhadap umat Islam. Meskipun dia mengetahui bahwa ajaran Islam mengandung banyak kebaikan seperti yang diajarkan Alquran dan hadis. Namun, banyak umat Islam yang tidak melaksanakan dan menunjukkan kebaikan tersebut dalam keseharian.

Yang jelas terlihat dalam keseharian, umat Islam berada dalam kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Bahkan, banyak berita yang didengar oleh Syafii bahwa mereka melakukan tindakan memalukan dengan mencuri sandal di masjid dan mushala.

Keindahan dan kebaikan ajaran Islam justru dinodai oleh perilaku umatnya sendiri. Inilah yang membuat ayah Syafii tidak senang dengan umat Islam.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES