Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Membimbing Syahadat Mualaf di Makau

Senin 11 Juni 2018 15:23 WIB

Red: Agung Sasongko

Mualaf

Mualaf

Foto: Onislam.net
Mualaf adalah sebutan bagi orang yang baru masuk Islam.

REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I )*

“Tidak ada paksaan dalam memilih agama”. Itulah ajaran Islam yang disebutkan dalam surat al-Baqarah 2: 256. Ayat ini terletak di bagian sebelah kiri bawah pada awal juz 3, baris ke-13 dari mushaf standar untuk hafalan Alquran, yang setiap halamannya terdiri dari 15 baris.

Ayat ini terletak setelah ayat kursi yang menjelaskan tentang kekuasaan Allah yang tiada bandingannya. Selanjutnya pada ayat ini Allah menjelaskan tentang iman yang kokoh yang tidak akan pernah putus karena betul-betul yakin dengan kekuasaan-Nya, itulah agama yang meng-esakan Allah SWT, Islam.

Mualaf adalah sebutan bagi orang yang baru masuk Islam. Dalam Bahasa Arab maknanya adalah menyatukan, melunakkan, dan menjinakkan. Artinya orang yang baru masuk islam adalah orang yang perlu dibina iman islamnya, diyakini hatinya, dibimbing ilmunya dengan pengetahuan keislaman.

Namanya adalah Nursanti. Seorang BMI asal Blitar Jawa Timur. Terlahir dari orang tua beragama Hindu. Bersuami dengan seorang Katolik. Anak-anaknya ada yang sudah Muslim, dan ada yang non-Muslim.

"Ternyata sudah lama Nursanti mempelajari Islam dari teman-teman BMI di Makau. Kurang lebih sekitar lima tahun," ungkap Arofah dan Bintan – Penggerak Majelis Taklim al-Irsyad - yang merupakan teman sharing dan bertanya tentang shalat, ngaji, dan sebagainya.

Di malam Ramadhan ke-26, setelah pelaksanaan rangkaian tarawih selesai. Nursanti dengan tulus ikhlas mengikrarkan dua kalimat syahadat di hadapan 15 orang jamaah taraweh al-Irsyad. Dibimbing oleh ustadz Khumaini Rosadi – Dai Ambassador Dompet Dhuafa – Nursanti mengatakan bahwa suami dan anak-anaknya telah mengizinkan dan merelakannya untuk memeluk agama Islam. Semoga istiqomah dan menjadi ibu salihah.

Sebenarnya semenjak siang tadi, ketika ada pengajian gabungan majelis taklim RAMA (Ramadhan Bersama) di masjid Mouluyun, yang dihadiri oleh lebih dari 250 jamaah, Nursanti ingin mengikrarkan dua kalimat syahadatnya, tetapi karena waktu sangat mepet dengan takjil, maka syahadatnya itu baru bisa dilakukan di al-Irsyad.

Ternyata sudah lancar sekali Nursanti mengucapkan dua kalimat syahadat tersebut, karena sudah belajar dari teman-temannya, Arofah dan Bintan. Jamaah yang menyaksikan pun senang dan mengucapkan selamat telah menjadi muslimah, dan mereka siap akan menemani belajar dan membimbing tentang keislaman dari dasar.

Pembinaan mualaf ini sangat penting dilakukan karena imannya orang yang baru masuk islam masih labil. Masih bisa berubah karena banyak faktor. Makanya dalam golongan mustahik zakat, mualaf tergolong orang-orang yang berhak mendapatkan zakat tersebut untuk membiayai pendidikannya menuntut ilmu membina iman dan takwanya.

Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin. Agama yang mengajarkan kasih sayang kepada sesama manusia, bahkan kepada binatang, tumbuhan, dan lingkungan sekalipun. Tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam. Pelajarilah, telitilah, amatilah ajaran Islam, pasti kau akan terkesan. Ternyata Islam itu agama perdamaian.

* Corps Dai Ambassador Dompet Dhuafa (CORDOFA), ), Tim Inti Dai Internasional dan Multimedia Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (TIDIM JATMAN),

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA