Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Makna Syahadat Bagi Umat Islam

Rabu 30 Mei 2018 21:31 WIB

Rep: mgrol104/ Red: Agung Sasongko

Syaikh Yusuf Estes, penda’i asal Amerika menuntun pembacaan syahadat di Masjid Agung Sunda Kelapa, Ahad (18/3).

Syaikh Yusuf Estes, penda’i asal Amerika menuntun pembacaan syahadat di Masjid Agung Sunda Kelapa, Ahad (18/3).

Foto: Republika/Dea Alvi Soraya
Syahadat adalah intisari dari Arkanul Iman (rukun-rukun iman).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada seorang bayi, untuk menyatakan bahwa ia Islam ialah dengan dibacakan adzan ke telinganya oleh sang ayah. Akan tetapi, belum tentu itu kehendak sang bayi, jika seseorang yang akalnya sudah siap dan memilih Islam sebagai agamanya, maka untuk menandai dirinya muslim ialah dengan mengucap dua kalimat syahadat.

“Asshadu allailaaha illallah wa asshadu anna muhammadan Rasululla” (Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah)

Mengucap dua kalimat syahadat memiliki konsekuensi bahwa seseorang menjadi Muslim dan harus patuh terhadap hukum-hukum Islam.  Dua kalimat syahadat ibarat anak kunci di mana manusia masuk ke dalam alam keselamatan (Islam) dan di masukkan dalam surga saat kalimat itu terucap di akhir kehidupan duniawi.

Dari Mu’az berkata, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa yang akhir katanya ‘laa ilaaha illallaah, maka sia pasti masuk surga.” Syahadat pertama menegaskan eksistensi Allah sebagai satu-satunya Tuhan. Allah berasal dari kata “Ilah” yang berarti “ma’bud” atau “yang disembah.”

Pengakuan terhadap Allah sebagai satu-satunya Tuhan mengandung kesempurnaan kepercayaan kepada-Nya dari dua sisi.

Pertama, Rububiyah yakni sifat Tuhan yang menciptakan alam, memelihara dan mendidiknya. Kedua, Uluhiyah yang berarti hanya zat yang bernama Allah saja sebagai Tuhan satu-satunya yang wajib disembah dan tempat meminta pertolongan.

Syahadat yang kedua memiliki arti kepada yang mengucapkannya bahawa ia tunduk dan percaya serta menjadi pengikut Muhamad Saw yang telah membawa agama Islam ke dunia ini.

Dalam syahadat kedua ini ada tiga pengetahuan mengenai Nabi Muhammad. Pertama, Muhammad adalah nabi/rasul Allah yang diutus untuk seluruh manusia hingga hari akhir. Selanjutnya, Nabi Muhammad adalah nabi terakhir.

Maka dari itu, Alqur’an adalah wahyu Allah yang terakhir, pengganti dan penyempurna kitab-kitab suci sebelumnya. Terakhir, Rasululah adalah penghulu seluruh nabi dan rasul (sayyidul ambiya’ wal mursalien)

Syahadat adalah intisari dari Arkanul Iman (rukun-rukun iman). Mempercayai syahadat adalah membenarkan adanya Allah dan Muhammad yang akhirnya membuat kita percaya dengan Al-Qur’an. Dalam kitab suci ini dijelaskan mengenai iman kepada malaikat, rasul, hari akhir serta qada dan qadar. Akhirnya, melaui syahadat, kita menyempurnakan rukun-rukun iman tersebut.

Sumber: “Dienul Islam” karya: Drs. K. H. Nasruddin Razak

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES