Monday, 10 Zulqaidah 1439 / 23 July 2018

Monday, 10 Zulqaidah 1439 / 23 July 2018

UIA Islamkan Stirling Sulliphant Warga Amerika

Jumat 06 April 2018 19:04 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Agus Yulianto

Prof. Dr. H. Dailami Firdaus  sebagai Direktur Masjid Al Barkah, Kampus Univ. Islam As-Stafiiyah ( UIA ), mengantar dan menjadi saksi pelaksanaan proses masuk islam  Stirling Sulliphant dari California, Amerika Serikat, di Masjid Al Barkah Kampus UIA, Jumat (6/4).

Prof. Dr. H. Dailami Firdaus sebagai Direktur Masjid Al Barkah, Kampus Univ. Islam As-Stafiiyah ( UIA ), mengantar dan menjadi saksi pelaksanaan proses masuk islam Stirling Sulliphant dari California, Amerika Serikat, di Masjid Al Barkah Kampus UIA, Jumat (6/4).

Foto: dok. Istimewa
Bersyahadat menjadi momentum awal dalam menata kehidupan yang lebih baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid Al-Barkah kampus Universitas Islam As-syafiiyyah kembali mengislamkan seorang yang ingin menjadi Muslim. Kali ini, seorang pria yang berasal dari California, Amerika Serikat bernama Stirling Sulliphant menjadi mualaf disaksikan jamaah yang turut hadir.

Direktur Masjid Al-Barkah, Dailami Firdaus mengantar dan menjadi saksi pelaksanaan proses masuk Islamnya warga AS tersebut. Ia pun berharap Stirling dapat menjadi Muslim yang baik dan memiliki iman yang kuat.

"Harapan kita, tentunya saudara kita tetap istiqamah dan komitmen dalam berislam. Harapan ini bermakna bahwa setelah seseorang bersyahadah tidak berhenti setelah itu tetapi ini momentum awal dalam menata kehidupan yang lebih baik," kata Dailami saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (6/4).

Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta ini mengatakan, hal yang akan dijalani setelah masuk Islam menjadi hal yang lebih penting. "Karena meninggalkan diri pada hal-hal yang sebelumnya mungkin menjadi hal yang wajar dan tidak masalah, setelah berislam nilai halal dan haram itu menjadi esensi," lanjut dia.

Ia juga mengatakan, dalam Islam bukan sekadar menjalankan ibadah wajib. Namun, juga mengurus mulai hal-hal yang kecil sampai dengan mengurus negara.

"Untuk itulah perlu ada bimbingan dan belajar yang berkelanjutan dan lembaga mualaf UIA menyediakan sarana itu. UIA memberikan banyak kemudahan untuk hal yg bersifat administratif asal tetap sesuai nilai hukum formal yg berlaku di Indonesia," kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES