Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

Tuesday, 5 Syawwal 1439 / 19 June 2018

Mualaf Namibia: Islam Beri Dampak Positif

Sabtu 17 February 2018 07:01 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko

Windhoek, Ibukota Namibia.

Windhoek, Ibukota Namibia.

Foto: Wikipedia.org
Banyak tantangan menjadi Muslim Namibia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Abdullah Aziz Sayman, seorang teman Muslim berusia 24 tahun, menginginkan agama yang benar. Sayman kembali setelah bertemu seseorang dari Cape Town, Afrika Selatan, yang memberitahunya tentang Nabi Muhammad SAW dan Islam.

"Awalnya saya hanya mendengarkan saat dia mengatakan kepada saya bahwa umat Islam mengonsumsi makanan halal.Apa yang dia katakan dan apa yang saya lihat membuat saya bahagia. Semuanya sangat menyenangkan."

Umat Islam seharusnya hanya makan daging dari ternak yang disembelih dengan pisau tajam, dengan menyebut nama Allah.Kini barang dan jasa lainnya juga bisa disertifikasi halal, termasuk kosmetik, pakaian, farmasi dan jasa keuangan.

Seperti orang tua Kazombiaze, Abdullah berdiri kagum pada pilihan putra mereka, meski sama sekali tidak tahu tentang Islam.Pendapat mereka telah berubah selama bertahun-tahun karena anak mereka menjelaskan agama tersebut kepada mereka.

"Islam telah membuat dampak positif,"kata Abdullah. Tapi tantangan utama tetap ada. Suara-suara Muslim hampir tidak terdengar saat penganut agama lain menayangkan siaran radio, televisi, dan kolom- kolom tulisan di surat kabar.

Sementara agama menyerukan untuk keluar dan menyebarkan firman Tuhan di mana pun. Sementara umat Islam di Namibia hanya menunjukkan geliatnya di masjid.Mengapa belum ada media massa Muslim? 

"Pertanyaan yang bagus," jawab Imam Ali. Dia mengatakan bahwa memulai sebuah majalah atau surat kabar memerlukan biaya dan untuk itu bantuan pengusaha Muslim sangat dibutuhkan dan memakan waktu lama. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jepang Menang 2-1 Atas Kolombia

Selasa , 19 June 2018, 22:41 WIB