Rabu, 5 Zulqaidah 1439 / 18 Juli 2018

Rabu, 5 Zulqaidah 1439 / 18 Juli 2018

Anggota Partai Sayap Kanan Jerman Ini Dilaporkan Masuk Islam

Rabu 24 Januari 2018 10:29 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Muhammad Subarkah

Demonstrasi partai sayap kanan Jerman Alternative fuer Deutschland (AfD) di Congress Center, Hanover, Sabtu (2/12). AfD merupakan partai yang anti-Islam dan anti-imigran.

Demonstrasi partai sayap kanan Jerman Alternative fuer Deutschland (AfD) di Congress Center, Hanover, Sabtu (2/12). AfD merupakan partai yang anti-Islam dan anti-imigran.

Foto: EPA-EFE/SRDJAN SUKI
Juru bicara AfD Brandenburg mengatakan afiliasi keagamaan Wagner tak jadi masalah.

REPUBLIKA.CO.ID,  BERLIN -- Seorang politikus lokal dari kelompok sayap-kanan Alternative for Germany (AfD) dilaporkan telah masuk Islam. Arthur Wagner, wakil presiden AfD di distrik Havelland timur, menolak memberikan komentar atas keputusannya tersebut.

"Ini masalah pribadi," kata politisi berusia 48 tahun itu kepada surat kabar Der Tagesspiegel, dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (24/1).

AfD secara terang-terangan mengadopsi retorika anti-islam dan berpendapat bahwa Jerman berada di bawah ancaman 'Islamisasi'. Terutama, setelah hampir satu juta pengungsi, yang kebanyakan berasal dari Suriah dan Irak, tiba di Jerman sejak 2015.

Wagner menegaskan bahwa dia baru saja mengundurkan diri dari dewan AfD di negara bagian Brandenburg. Namun, ia berpendapat bahwa ini bukan karena afiliasi agamanya.

"Tidak ada tekanan. Itu tidak mengubah apapun," lanjutnya.

Juru bicara AfD Brandenburg, Daniel Friese, mengatakan bahwa afiliasi keagamaan Wagner tidak menjadi masalah bagi partai tersebut.

"Agama adalah urusan pribadi. Kami mendukung hak konstitusional kebebasan beragama," kata Friese.

Program dasar AfD, yang diadopsi tahun lalu, mengklaim bahwa Islam bukan milik Jerman. Dikatakan, bahwa meningkatnya jumlah umat Islam di negara ini berbahaya bagi negara, masyarakat dan nilai-nilai Jerman. AfD telah menjadi partai terbesar ketiga di Jerman, setelah memenangkan 12,6 persen suara dalam pemilihan parlemen pada 24 September lalu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES