Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Yulio Muslim da Costa: Mualaf Hafal Alquran 30 Juz (Bagian-4, habis)

Kamis 30 May 2013 11:41 WIB

Red: Damanhuri Zuhri

Ustaz Muslim, mualaf dan hafiz Alquran 30 juz pimpinan Pesantren Bina Madani Bogor

Ustaz Muslim, mualaf dan hafiz Alquran 30 juz pimpinan Pesantren Bina Madani Bogor

REPUBLIKA.CO.ID,

Acara siraman rohani agama Islam yang ditayangkan televisi nasional menarik perhatiannya.


Ia akhirnya kembali dengan hati yang sedikit kecewa. Meski begitu, Muslim tak pernah berhenti berdoa agar keluarganya segera dibukakan pintu hatinya untuk menerima Islam. Doanya akhirnya dikabulkan.

Pada 2003, keluarganya berkunjung ke Yogyakarta, dan pada pertengahan tahun itu pula kedua orang tua dan empat adiknya bersyahadat dan memeluk Islam.

Yulio Muslim da Costa tak pernah berhenti bersyukur. Hidayah Allah SWT yang menuntunnya menjadi seorang Muslim, menjadi berkah bagi kehidupannya.

Muslim mengaku begitu besar nikmat yang diberikan sang Khalik kepada dirinya setelah memeluk Islam. Salah satu nikmat yang dirasakannya adalah pemahaman ilmu agama Islam.

Tujuh tahun lamanya Muslim menimba ilmu di kota Rasulullah saw, Madinah al Munawwarah Arab Saudi. Ia belajar di kota itu sejak 1998 hingga 2005 yang mengantarkannya menjadi sarjana syariah.

Ilmu itu digunakannya sebagai modal dan bekal dakwah Islam. Sampai saat ini ia selalu aktif mengader anak-anak dari kampungnya belajar di pesantren di daerah Jawa dan sekitarnya, dan mengajak orang-orang untuk masuk agama Islam.

Setelah menyelesaikan studinya, Muslim memilih berjuang bersama orang-orang Islam di bumi pertiwi, karena orang-orang Islam Indonesia memiliki semangat juang yang tinggi.

Muslim kembali ke Yogyakarta dan dipercaya KH Umar Budihargo memegang pondok tahfiz putra dan taklim bahasa Arab yang berada di Gunung Sempu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lika-liku kehidupannya yang berawal dari nol sampai sekarang telah membuatnya belajar banyak hal. Selama 13 tahun meniti hidup di Kota Gudeg, ia selalu dipertemukan Allah SWT dengan kawan-kawan yang berjuang di jalan Allah.

Sampai akhirnya, berniat karena Allah semata, Muslim hijrah dengan mencari suasana baru di Kota Bogor, tepatnya Ciawi, beserta keluarga yang selalu mendukung setiap langkahnya sampai sekarang.

Pada 2006, Muslim diberi amanah dan kepercayaan oleh Yayasan Bina Duta Madani untuk memegang pondok tahfiz putra dan studi bahasa Arab di Pondok Pesantren Bina Madani, Bogor, Jawa Barat.

Pesantren ini bertujuan mencetak para hafiz yang mengamalkan dan mendakwahkan ilmunya. Muslim selalu berdoa semoga Allah senantiasa memberikan keistiqamahan dalam agama Islam, dan diberikan sebaik-baik penerus yang bermanfaat.

Ayah tiga putra: Yasir Muslim Dacosta, Ayub Muslim Dacosta, dan Saad Muslim Dacosta berniat mengembangkan dakwah di tanah kelahirannya Timor Leste dengan mendirikan pesantren tahfidz.

''Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memudahkan jalan. Sehingga semakin banyak yang mempelajari Alquran,'' ungkapnya kepada Republika penuh optimisme.
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA