Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Bennet: Setelah Berpuasa Aku Mantap Memeluk Islam

Rabu 29 Aug 2012 03:37 WIB

Rep: Agung Sasongko/ Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Sr. Bennet

Sr. Bennet

Foto: Screenshot/Youtube/ROL

 

REPUBLIKA.CO.ID, Islam adalah sebuah agama yang menakjubkan. Islam menjadikan hidup lebih terarah dan teratur. Itulah kesan yang didapat Sr. Bennet, wanita keturunan Hispanik yang menetap di New York.  "Luar biasa, aku berharap keluargaku dapat merasakan keindahan Islam," ungkapnya

Bennet besar dalam keluarga yang tidak begitu taat beragama. Ia masih mengunjungi gereja, tapi sebatas dalam perayaan hari besar seperti misal Natal dan lainnya.

Bagi Bennet itu bukanlah ritual yang mengena dihatinya. Berbeda jauh, ketika ia secara perlahan mulai mempraktekan Islam.

Seperti ketika ia spontan belajar berpuasa. Satu hari, ia terbangun dalam kondisi berniat menjalankan puasa. Meski masih belum Muslim ia berpuasan dan tetap menjalankan aktivitasnya.

Bennet sukses menghadapi tantangan yang dialami seorang Muslim ketika berpuasa. "Ok, ternyata aku sanggup. Aku putuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat," kata dia.

Bennet mengaku merasakan sebuah kedamaian ketika berpuasa. Kedamaian itu seolah melebih kasih sayang yang diberikan keluarganya. "Aku seperti dekat dengan Allah SWT. Itu sangat menganggumkan. Aku serahkan diriku pada-Nya, agar terhindar dari halang rintang yang menutupi hatiku dari Islam," kata dia.

Selama Ramadhan itu, Bennet menghabiskan waktu selepas pulang kerja bersama saudara seiman. Ia memperdalam Islam dan menjadikan aktivitas itu sebagai rutinitas. Dari rutinitas tersebut, Bennet menarik kesimpulan bahwa Islam memberikan apa yang tidak diperoleh dari keyakinan lain.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA