Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Alpa Paltini: Islam adalah Kebenaran (1)

Senin 16 Jul 2012 07:07 WIB

Rep: Fitria Andayani/ Red: Chairul Akhmad

Mualaf (ilustrasi).

Mualaf (ilustrasi).

Foto: al-habib.info

REPUBLIKA.CO.ID, “Apa konsep trinitas?” Pertanyaan itu terngiang di telinga Alpa Paltini selama bertahun-tahun.

Pertanyaan yang tidak mampu dijawabnya. “Saya tidak bisa menemukan penjelasan yang rasional soal itu,” ujarnya.

Sejak kecil, Alpa yang lebih sering dipanggil Chian, sesuai dengan nama Cinanya Gho Han Chian, memang selalu mempertanyakan agama lamanya. “Bila Yesus itu Tuhan, mengapa dia harus berdoa pada Bapa?” pikirnya suatu kali.

Tuhan seharusnya satu, yang paling berkuasa, yang paling bebas dari khilaf, paling sempurna. Tuhan semestinya demikian.

Pertanyaan demi pertanyaan menuntunnya pada kebenaran yang sesungguhnya. Pada 10 November 2011, Chian memutuskan untuk pindah agama. Kecaman datang dari keluarga. “Mereka marah mengetahui keputusan saya,” kata alumnus Universitas Andalas Padang ini.

Selama tiga bulan, dia didiamkan oleh keluarganya. “Kami tidak berkomunikasi sama sekali. Mereka menentang habis-habisan. Bahkan, sampai bilang tidak akan mengakui saya sebagai anak,” tutur Chian.

Namun pria yang lahir pada 20 Juli 1986 di Kerinci ini, menganggap respons keluarganya tersebut sebagai sebuah ujian akan keimanannya. Ia selalu berdoa agar dikuatkan dan dibukakan pintu hati keluarganya agar menerima pilihan yang ia tempuh.

Menurutnya, walaupun begitu sulit ketika memutuskan pilihan dan pascakepindahan ke Islam, namun lambat laun Allah memberikannya jalan dan kemudahan dalam menghadapi setiap cobaan. “Alhamdulillah sekarang keluarga sudah bisa menerima,” ungkapnya.

Kini Chian berharap keluarganya juga bisa mengikuti jejaknya masuk Islam. Ia memulainya dengan memberikan mereka bacaan-bacaan dan berdiskusi tentang Islam.

Sebenarnya, kata Chian, keluarganya tidak asing dengan Islam. Baik keluarga dari pihak ayah maupun ibu, banyak juga yang sudah duluan menganut Islam. “Di keluarga ayah ada dua orang yang mualaf. Sementara lainnya beragama Buddha.”

Sedangkan dari pihak ibu, dari 10 orang bersaudara, delapan di antaranya sudah masuk Islam sejak kecil, lantaran dibesarkan oleh sanak family. Hanya ibu dan kembaran Chian yang Kristen.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA