Friday, 1 Safar 1442 / 18 September 2020

Friday, 1 Safar 1442 / 18 September 2020

Mualaf Sumaya, Kagum dengan Rasionalitas Alquran (2-habis)

Rabu 23 May 2012 18:32 WIB

Rep: Agung Sasongko/ Red: Chairul Akhmad

Mualaf (ilustrasi).

Mualaf (ilustrasi).

Foto: Blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Di sini, kata Sumaya, tidak ada konsekuensi dari apa yang diperbuat. Jadi, seolah anak manja yang menuntut hak untuk melakukan hal sesukanya.

Menuntut Tuhan untuk menerima perilaku keji. "Jadi, tidak mengherankan apabila penjara kita penuh dengan penjahat, dan orang tua sulit untuk mengontrol anak-anaknya," kata dia

Sumaya mengatakan konsep itu bertolak belakang dengan Islam. Dalam Islam, hidup itu adalah pilihan. Seorang Muslim akan masuk surga apabila ia menjadi seorang yang baik. Demikian pula sebaliknya.

"Dalam Alquran, Nabi Muhammad SAW mengatakan pada kita bahwa seorang Muslim akan masuk surga atas rahmat Allah atau perbuatan baik," ucapnya.

Pada fase ini, Sumaya penuh dengan rasa bimbang. Ia berusaha keras untuk tidak memikirkan hal itu. Tetapi, ia tidak mau terjebak dalam keyakinan yang tidak dapat dipahami.

"Aku benar-benar frustasi. Aku sebenarnya bosan dengan kondisi di mana aku tidak tahu kepada siapa harus menyembah. Aku belum mampu menerima Muhammad," kata dia.

Namun, hal itu tidak berlangsung lama setelah sumaya diberikan Alquran terjemahan. Ia selalu mencari kesalahan dan mempertanyakan Alquran. Nyatanya, semakin dibaca, Sumaya kian yakin bahwa Alquran ini merupakan sumber kebenaran. Sumaya mendapatkan pula jawab tentang kepada siapa ia harus menyembah.

"Aku mulai menangis. Aku menangis untuk ketidaktahuan masa laluku. Aku kagum pada pengetahuan ilmiah dalam Alquran. Aku sangat terkesan dengan deskripsi proses embriologis yang dijelaskan dalam Alquran, dan banyak lagi. Aku pun menerima Islam sebagai agamaku," pungkasnya.

 


sumber : Texas Muslim
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA