Sunday, 17 Rajab 1440 / 24 March 2019

Sunday, 17 Rajab 1440 / 24 March 2019

Jejak Kaum Nabi Shaleh di Petroglif Pegunungan Saudi

Jumat 01 Feb 2019 23:15 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Madain Saleh

Madain Saleh

Foto: Alarabiya
Bangsa Tsamud di antara entitas yang berperadaban tinggi pada masa itu.

REPUBLIKA.CO.ID, Pegunungan di kota Jubbah, Arab Saudi menyimpan segudang kisah tentang kehidupan manusia ribuan tahun lalu yang tinggal di daerah itu. 

Yakni suku Tsamud. Di pegunungan itu, tak hanya memberitahu tentang gaya hidup namun juga bahasa yang digunakan suku Tsamud masa itu. 

Untuk diketahui, Suku Tsamud adalah sekelompok suku yang mendiami sebuah kota di Barat Semenanjung Arab. 

Menurut sejarah Islam, suku ini hidup di zaman Nabi Shaleh. Suku ini telah melewati banyak fase perkembangan zaman.

Seperti yang terdapat dalam petroglif yang terdapat di batu-batu pegunugan Jubbah yang menggambarkan adanya kegiatan menggembala, pertanian dan perdagangan. 

Selain itu dalam petroglif juga menunjukkan tentang jenis hiburan dan gaya hidup suku Tsamud kala itu. Di mana terdapat petroglif bergambar orang menari.  

Dalam petroglif di pengunungan Jubbah banyak menggambarkan tentang manusia dan hewan yang hidup ribuan tahun lalu.

Menurut UNESCO, nilai universal seninya terdapat pada petroglif yang dibuat dengan menggunakan perkakas sederhana seperti palu batu yang sederhana dengan latar degradasi lingkungan yang bertahap. 

Karenanya petroglif di pegunungan Jubbah pun merupakan hasil ekspresi jenius manusia yang menakjubkan. 

Alhasil menurut UNESCO, banyaknya petroglif di pegunungan Jubbah membuat kota tersebut menjadi kota yang memiliki komplek seni cadas terbesar di Arab Saudi. 

Sejarawan Arab Saudi, Mamdouh Mzawem menjadi orang yang telah menghabiskan banyak waktunya untuk meneliti tentang petroglif karya suku Tsamud. 

photo

Situs besejarah di Madain Saleh yang terbuka untuk turis di Arab Saudi

Dia telah berpindah-pindah lokasi di pegunungan Jubbah untuk mengebal seluruh karakter petroglif di sana. Mzawem pun menemukan berbagai hal menarik setelah membaca skrip, menganalisis gambar dan menemukan karakter-karakter baru dalam petroglif di pegunungan Jubbah.

“Saya sudah mendokumentasikan 58 naskah dari seorang Tsamud yang tinggal di Jubbah dengan perincian yang lengkap dan bergambar. Saya telah membaca otobiografinya,” kata Mahmoud Mzawem seperti dilansir Alarabiya pada Jum'at (1 /2).  

Mzawem menuturkan salah satu tokoh suku Thamud yang diketahui melalui petroglif dan sumber lainnya yakni Hajjaj si pemburu. Hajjaj adalah pria yang dikenal sebagai pemburu singa, kambing gunung dan orxy Arab. 

Dalam melakukan pemburuan, dia menggunakan alat alat seperti perisai, tombak, dan bayonet. Hajjaj juga digambarkan mempunyai fisik yang kokoh. 

Selain Hajjaj, Mahmoud Mzawem juga menemukan karakter lainnya. Yakni Ken putra Tal. Tokoh suku Tsamud ini merupakan orang yang dikenal keberaniannya. Seperti Hajjaj si pemburu, Ken putra Tal juga memiliki singa seperti dalam petroglif di pegunungan Jubbah. 

“Dua dari karya-karyanya yang terkenal memperlihatkan dia menunggang singa, memegang tombak, dan melawan seorang yang menunggang unta dengan busur dan anak panah. Ini berarti dia menguasai singa, menunjukan kekuatannya,” Andrian Saputra

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA