Tuesday, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 December 2018

Tuesday, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 December 2018

Tiga Baju Kemeja Nabi Yusuf dan Kisah di Baliknya

Jumat 07 Dec 2018 13:49 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Makam Nabi Yusuf di Nablus

Makam Nabi Yusuf di Nablus

Kisah kemeja Nabi Yusuf AS diabadikan dalam Alquran surah Yusuf

REPUBLIKA.CO.ID, Selalu saja ada hal-hal menarik, yang bisa diungkap kembali dari sejarah. Di antara hal itu adalah potongan kisah dari Nabi Yusuf AS. 

Dalam kitab Kunnasyah an-Nawadir, Abdussalam Muhammad Harun, menjelaskan terkait bagian yang berhubungan dengan kisah Nabi Yusuf yaitu ihwal tiga kemeja Nabi Yusuf yang tercatat dengan apik hingga sekarang dalam Alquran. 

Kemeja yang pertama adalah kemeja yang dilumuri darah oleh para saudaranya saat mereka berjalan di suatu tempat. Karena kedengkian akibat rasa cinta Nabi Ya’qub terhadap Yusuf yang teramat besar, para saudaranya membuat konspirasi dengan melumurkan darah di kemeja Nabi Yusuf lalu melaporkan kepada sang ayah, saudara terkecilnya itu telah dimakan serigala. 

Jawaban Nabi Ya’qub justru mengagetkan: “Demi Allah saya tak pernah melihat serigala yang lebih bijak dan lembut sekalipun dari seriga yang memakan Yusuf, sementara kemejanya tidak robek sama sekali.” (QS Yusuf [12]: 18).

Kemeja yang kedua, kemeja Nabi Yusuf yang ditarik dari belakang oleh Istri penguasa Mesir ketika itu. Kemeja tersebut robek dari kerah hingga bagian bawah sisi belakang. 

Seorang anggota keluarga istri al-Aziz, penguara Mesir tersebut memberikan kesaksian: jika kemeja Nabi Yusuf robek dari depan, maka sang istri benar, dan Yusuf telah berdusta.  Begitu juga sebaliknya. Jika baju kemeja robek dari belakang, Nabi Yusuf benar, sementara sang istri telah berdusta. 

Alhasil, setelah al-Aziz melihat kondisi kemeja Nabi Yusuf, terungkap bahwa sisi yang robek adalah bagian belakang. “Sungguh ini adalah bagian dari tipu daya kalian (para pelayan istri al-Aziz), dan sungguh pula tipu daya kalian besar.” (QS Yusuf [12]: 25-28)

Kemeja yang terakhir adalah kemeja Nabi Yusuf yang dicium Nabi Ya’qub hingga menjadi faktor kembalinya penglihatan sang ayah tersebut. Kebutaan itu akibat kesedihan akibat hilangnya sang anak, setelah kurang lebih 70 tahun. (QS Yusuf [12]: 93). 

 

  

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES